"Banyak wanita hebat hilang dari manajemen setelah melahirkan. Alasannya sulit meninggalkan anak," kata Dahlan di Jakarta, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
"Pilihan karir atau tinggalkan anak. Dan banyak yang pilih anak. Akibatnya negara rugi. Padahal setelah dua tahun (mengasuh anak), dia gelisah juga. Kalaupun kerja saja, tapi tidak tereksploitasi dengan baik," paparnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLN sudah ada. Jadi saya minta Pertamina dan Telkom juga ada. Hingga bayi ada di kantor dan tidak kehilangan anak," tegasnya.
Namun, kata Dahlan, cuti hamil dua tahun ini tidak akan sembarang diberikan kepada seluruh karyawati BUMN, tapi hanya perempuan terpilih yang dinilai bisa jadi calon pemimpin masa depan perusahaan.
(wep/ang)










































