Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyatakan, pembelian surat utang ini dilakukan karena Indonesia ingin membalas budi IMF yang pernah membantu memberi pinjaman saat krisis 1998 lalu.
"Jadi kalau seandainya kita mempertimbangkan untuk berikan pinjaman ke IMF, karena kita harus mengakui kita pernah dibantu IMF dan kita sudah selesaikan kewajiban dengan baik," ujar Agus di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Agus, pemberian pinjaman untuk IMF merupakan bentuk partisipasi dalam penyelesaian krisis ekonomi yang melanda dunia.
"Oleh karena itu kita sebagai negara anggota G20 Indonesia harus bisa ikut bertanggung jawab atau mengawasi perkembangan ekonomi dunia," ujar Agus.
Selain itu, dengan pinjaman ini, Indonesia akan mendapatkan keuntungan dari bunga yang didapat dari pinjaman tersebut.
"Yang lain adalah kalau ada penempatan dana itu akan dapat bunga, dan seandainya kalau kita perlukan, kita akan bisa tarik lagi dana itu," ujarnya.
Mengenai kepastian pinjaman tersebut, Agus Marto menyatakan akan melakukan koordinasi dengan BI.
"Kami melihat pembahasan ini dibahas BI dan pemerintah karena pengelolaan devisa ada di BI dan akan berkonsultasi dengan BI," tandasnya.
(/)











































