Sebagai imbalannya, Dahlan meminta Pemprov DKI Jakarta membangun 12 jalan bawah tanah (underpass) untuk melancarkan arus kendaraan dan lalu lintas kereta api.
"Tanah banyak yang milik PJKA (PT Kereta Api). Kita serahkan ke DKI, kepada Gubernur saat ini atau baru," katanya di Jakarta, Selasa (10/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jalan bawah tanah ini, menurutnya, tepat dipersilangan jalur kereta api dan jalan raya kendaraan. Jika ide ini teralisasi, lalu lintas kereta commuter line lebih lancar.
"Kalau sudah, maka KRL bisa ada tiap tiga menit," ucapnya.
Hadirnya jalan bawah tanah ini, juga bisa menambah jumlah gerbong KRL.
"Kalau KRL berenti di stasiun, ekor (gerbong) akan halangi palang kereta," imbuh Dahlan.
"Kalau kereta diatas (MRT) itu menghabiskan triliun. Ngomong thok (aja). Masih berjuang ke Pemda DKI," pungkasnya.
(wep/dru)











































