Dikutip dari CNN, Kamis (12/7/2012), dari 500 perusahaan tersebut, perusahaan asal China mulai mendominasi dan mengalahkan rivalnya dari Jepang. Setidaknya ada 73 perusahaan asal China yang masuk. Perusahaan asal AS yang masuk daftar ini ada 132, dan perusahaan Jepang ada 68.
Dari daftar tersebut terlihat adanya perubahan peta ekonomi dunia yang mulai beralih ke Asia, sebab peringkat beberapa perusahaan asal AS dan Eropa menurun akibat krisis yang menimpa.
1. Royal Dutch Shell
|
|
Dalam jangka pendek, Shell telah memperlihatkan kinerja baik, pendapatannya naik 11% pada kuartal I-2012 menjadi US$ 7,7 miliar.
2. Exxon Mobil
|
|
3. Wal-Mart Store
|
|
Perusahaan ini sempat terkena kasus suap di Meksiko pada April 2012 lalu.
4. BP
|
|
5. Sinopec
|
|
Sinopec saat ini mempekerjakan 1.021.979 pekerja. Tak seperti perusahan migas lain, Sinopec ini sangat rentan terhadap pergerakan harga minyak sebab pemerintah China melarang harga energi naik di dalam negeri. Karena itu untuk menekan kerugian, Sinopec berencana untuk memproduksi 50 juta ton minyak dari luar negeri pada 2015.
Saat ini Sinopec terus berkembang dengan kerjasama multinasional dengan perusahaan minyak di dunia. Tahun lalu, Sinopec membeli perusahaan minyak dan gas asal Kanada secara tunai US$ 2,1 miliar sebagai bentuk ekspansinya.
6. China National petroleum
|
|
7. State Grid
|
|
8. Chevron
|
|
9. ConocoPhillips
|
|
10. Toyota Motor
|
|
Di 2011 lalu, penjualan Toyota jatuh 7% menjadi 1,6 juta kendaraan. Perusahan asal Jepang ini telah kehilangan posisinya sebagai produsen otomotif terbesar di dunia, karena penjualannya jatuh menjadi di belakang General Motors dan Volkswagen. Tahun ini, Toyota optimistis penjualannya bisa naik 20%.
Halaman 2 dari 11











































