Tomy Winata Cs Terus Melenggang Garap Jembatan Selat Sunda

Tomy Winata Cs Terus Melenggang Garap Jembatan Selat Sunda

Zulfi Suhendra - detikFinance
Kamis, 12 Jul 2012 12:48 WIB
Tomy Winata Cs Terus Melenggang Garap Jembatan Selat Sunda
Jakarta - Wacana merevisi Peraturan Presiden (Perpres) No 86 Tahun 2011 tentang Pengembangan Kawasan Strategis dan Infrastruktur Selat Sunda (KSISS) tak mempengaruhi langkah pemrakarsa KSiSS/JSS untuk melanjutkan persiapan proyek tersebut.

Pihak pemrakarsa di dalamnya Artha Graha Network dan Pemda Lampung-Banten melalui PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS), mulai merealisasikan persiapan study kelayakan atau feasibility study (FS). Hari ini ditandatangani kerjasama penyusunan studi kelayakan KSISS antara pemrakarsa dengan Universitas Lampung (Unila).

Dukungan yang akan diberikan oleh Unila mendukung proyek penelitian dari Sumber Daya Manusia dari mahasiswa maupun alumni yang mereka miliki.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ini kerjasama yang baik sekali, tentunya Unila sangat mendukung, kami siap melakukan riset dengan SDM yang kita miliki," ungkap Rektor Unila Sugeng P Harianto saat ditemui di Kantor GBLS Gedung Artha Graha, Jakarta, Kamis (12/7/12).

Sugeng mengungkapkan, Unila akan berkontribusi dalam hal penelitian dan mengerahkan para ahli yang mereka punya. Dalam hal ini, terkait dengan teknik geodesi."Tahap awal itu teknik geodesinya," katanya.

Sementara itu Dirut PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) Agung Prabowo mengungkapkan, proyek ini merupakan proyek yang besar. Sehingga membutuhkan penelitian atau kajian yang sangat mendalam.

"Proyek ini kan susah nih, ada potensi gempa, Krakatau, lalu ada arus ikan. Itu semua kesulitan dan harus dipecahkan, oleh karena itu di Perguruan Tinggi ini sangat penting," ungkap Agung.

Seperti diketahui pemrakarsa khususnya Artha Graha Network merupakan milik pengusaha Tomy Winata. Ia bersama Pemda Lampung dan Banten telah menyusun pra studi kelayakan dari proyek JSS (Pra FS).

Tomy Winata pernah telah mengeluarkan anggaran sedikitnya US$ 60 juta diantaranya untuk Pra FS. Hasil Pra FS KSISS/JSS yang sepenuhnya dibiayai oleh Artha Graha tersebut secara resmi diserahkan ke Pemerintah pada 9 Agustus 2009.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads