Pihak pemrakarsa di dalamnya Artha Graha Network dan Pemda Lampung-Banten melalui PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS), mulai merealisasikan persiapan study kelayakan atau feasibility study (FS). Hari ini ditandatangani kerjasama penyusunan studi kelayakan KSISS antara pemrakarsa dengan Universitas Lampung (Unila).
Dukungan yang akan diberikan oleh Unila mendukung proyek penelitian dari Sumber Daya Manusia dari mahasiswa maupun alumni yang mereka miliki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sugeng mengungkapkan, Unila akan berkontribusi dalam hal penelitian dan mengerahkan para ahli yang mereka punya. Dalam hal ini, terkait dengan teknik geodesi."Tahap awal itu teknik geodesinya," katanya.
Sementara itu Dirut PT Graha Banten Lampung Sejahtera (GBLS) Agung Prabowo mengungkapkan, proyek ini merupakan proyek yang besar. Sehingga membutuhkan penelitian atau kajian yang sangat mendalam.
"Proyek ini kan susah nih, ada potensi gempa, Krakatau, lalu ada arus ikan. Itu semua kesulitan dan harus dipecahkan, oleh karena itu di Perguruan Tinggi ini sangat penting," ungkap Agung.
Seperti diketahui pemrakarsa khususnya Artha Graha Network merupakan milik pengusaha Tomy Winata. Ia bersama Pemda Lampung dan Banten telah menyusun pra studi kelayakan dari proyek JSS (Pra FS).
Tomy Winata pernah telah mengeluarkan anggaran sedikitnya US$ 60 juta diantaranya untuk Pra FS. Hasil Pra FS KSISS/JSS yang sepenuhnya dibiayai oleh Artha Graha tersebut secara resmi diserahkan ke Pemerintah pada 9 Agustus 2009.
(zlf/hen)










































