Melonjaknya Harga Minyak Bikin Harga Makanan dan Minuman Naik
Selasa, 24 Agu 2004 15:47 WIB
Jakarta -
Ketua Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia Thomas Darmawan mengungkapkan akibat kenaikan harga minyak mentah dunia sejumlah komoditi yang terkait makanan dan minuman sudah mengalami kenaikan harga meski kenaikan itu tidak serentak. Sejauh ini kenaikan harga minyak masih cukup aman bagi industi makanan dan minuman. Meski demikian dikhawatirkan adanya kenaikan harga pasca pilpres tahap kedua."Memang saat ini sudah ada kenaikan harga terutama untuk tepung terigu dan beberapa komoditi lain seperti minuman yang kemasannya menggunakan plastik. Memang sejauh ini dampaknya belum terlalu signifikan karena pemerintah tidak menaikan harga BBM di dalam negeri. Jika itu dilakukan kita khawatir akan terjadi kenaikan harga secara serentak," kata Thomas Dharmawan disela diskusi INDEF tentang Perbankan Indonesia Pasca Divestasi di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Selasa (24/8/2004).Menurutnya kondisi saat ini masih cukup aman karena BBM dalam negeri masih disubsidi oleh pemerintah. Selama BBM dalam negeri seperti solar dan minyak tanah yang menjadi bahan bakar industri nasional pada umumnya tidak naik maka tidak akan ada kejadian yang luar biasa. Namun pemerintah diminta terbuka tentang kenaikan harga minyak mentah dunia dan tidak menutup-nutupi bahwa semuanya akan berjalan aman."Setidaknya pemerintah harus mengumumkan adanya gerakan hemat energi seperti yang dilakukan di Thailand tidak seperti saat ini dimana pemerintah memandangnya seolah-olah tidak terjadi apa-apa," kata Thomas.Padahal, lanjutnya, para pengusaha saat ini sangat khawatir terjadi resesi. Di negara maju meski pengeluarannya tetap pada saat harga minyak melonjak tinggi sebagian besar masyarakatnya menurunkan konsumsi mereka. Meski harga minyak terus melonjak tinggi, Thomas berharap hingga akhir tahun ini harga minyak kembali normal dan berada di bawah US$ 40 per barel. "Karena kondisi ini cukup signifikan bagi industri terutama yang menggunakan bahan baku plastik, karton teratrek, gula, transportasi dan garam. Namun berapa kenaikan dari komoditi ini kita masih hitung sambil melihat perkembangan Oktober nanti. Jika harga minyak turun tentu kondisinya akan membaik. Tapi kalau terus melonjak itu berarti sudah resesi," katanya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































