Hal ini disampaikan oleh Presiden Direktur PT Pelindo II RJ Lino, di Restauran Harum Manis, Jakarta (16/07/12).
"Kita akan mulai pembangunannya Agustus 2012, kita juga tetap menunggu proses AMDAL (analisis mengenai dampak lingkungan) sampai dengan bulan Oktober 2012. Dana invest-nya tahap pertama kita butuh US$ 2,5 miliar, Kita tunggu kontraktor asing, satu adalah kita ajak dan kita berpartner dengan Shipping Line," kata Lino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika Kalibaru jadi barang barang yang dikirim untuk ke West Afrika, Brasil dan Argentina lebih dekat dengan Selat Sunda daripada lewat Panama dan itu dekat dengan Kalibaru," Ungkap RJ Lino.
"Jika Kalibaru jadi maka Priok akan menjadi the last embarcation. Jadi menarik orang jadi ada pilihan mau bongkar muat di Priok atau di Kalibaru," kata RJ Lino.
Sebelumnya kalangan pengusaha meminta pemerintah segera menyelesaikan pembangunan pelabuhan Kalibaru, karena pelabuhan Tanjung Priok bakal tak mampu lagi menampung lonjakan arus barang yang terus naik.
Ketua Komite Tetap Perhubungan laut Kadin Carmelita Hartoto mengatakan, saat ini pelabuhan Tanjung Priok hanya bisa menampung 5 juta teus petikemas, sementara aliran barang akan naik menjadi 6 juta teus.
"Kadin minta pemerintah segera realisasikan Kalibaru. Perpres sudah keluar, tapi realisasinya belum ada. Pelaksanaannya harus segera dilaksanakan, pada 2013-2014 Kalibaru harus selesai," jelas Carmelita beberapa waktu lalu.
(hen/hen)










































