Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo II RJ Lino di sebuah rumah makan di kawasan Jakarta, Senin (16/7/2012).
"Cilamaya atau Kalibaru, kita harus tentukan satu prioritas yang utama," ungkap RJ Lino.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
RJ Lino menekankan, pihaknya hanya mau mengerjakan satu pelabuhan yang pasti, dan alternatifnya Cilamaya harus ditunda.
"Kita sudah menyampaikan keberatan kita kepada pemerintah dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Saya tidak akan mengerjakan Cilamaya. Kita harus bangun satu prioritas yang utama," katanya.
RJ Lino melanjutkan, Cilamaya itu penting dibangun waktu pembangunannya belum jelas, tidak mungkin Pelindo II melakukan pembangunan secara bersamaan dengan Pelabuhan Kalibaru.
"Masa Depan Tanjung Priok itu adalah Cilamaya. Tetapi kita harus atur itu semua, tidak mungkin pembangunan Cilamaya itu selesai dalam waktu 5 tahun, paling cepat 15 tahun," tegas RJ Lino.
Sebelumnya, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pihaknya akan menambah lagi kawasan industri 2.000 hektar di Karawang khusus untuk sektor otomotif, elektronika. Keberadaan Pelabuhan Cilamaya nantinya akan sangat menopang proses distribusi barang industri-industri tersebut.
(dnl/dnl)










































