Direktur Eksekutif Asosiasi Pengusaha Impor Daging Indonesia Thomas Sembiring menuturkan, swasembada sapi di 2014 tak bisa terjadi karena kita masih lebih pilih impor.
"Kalau saya bilang itu mimpi," tutur Thomas kepada wartawan di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Senin (16/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Logikanya begini, harga dinaikkan saja yang di Jawa Barat, orang-orang sudah nggak mau beli daging lagi kan, sehingga permintaan menurun. Jadi beralih ke komoditi lain," papar Thomas.
Selain itu, Thomas mengatakan yang terjadi di lapangan saat ini harga daging sapi melonjak karena kekurangan pasokan. "Kalau mau tahu harga daging kenapa naik, langsung ke pedagang kenapa naik. Jawabannya pasokan, mereka pasti jujur," katanya.
"Kalau bisa impornya dihapuskan, biar harga naik terus. Pak Menteri bilang petani sudah bisa tersenyum walaupun belum ketawa. Mau sampai harga berapa mereka ketawa, nanti konsumen yang menangis, jadi mau pro yang mana?" katanya.
Menurut data dari Kementerian Perdagangan, harga daging sapi nasional per 16 Juli 2012 mencapai Rp 77.155 per kg. Naik dari minggu kedua bulan ini yaitu Rp 75.414 per kg.
(zul/dnl)











































