Tanri Abeng: Telkom Bisa Investasi di Luar Indonesia Mulai 2006
Selasa, 24 Agu 2004 21:40 WIB
Bandung - PT Telkom bisa mulai mempersiapkan diri untuk masuk ke bisnis telekomunikasi internasional. Dari perkembangan yang ada, diperkirakan Telkom bisa mulai menerjuni bisnis telekomunikasi di sejumlah negara lain mulai tahun 2006.Pandangan ini dikemukakan Komisaris Utama PT Telkom Tanri Abeng kepada pers di Bandung, Selasa (24/8/2004), di sela-sela acara perayaan 22,2 juta pelanggan yang diraih Telkom Group.Menurut mantan Menneg BUMN ini, tahapan-tahapan yang sudah dilalui dan dikerjakan manajemen Telkom sejauh ini sudah berjalan dan berhasil dengan baik. "Saya kira, apa yang dilakukan sejalan dengan kebijakan yang dulu saya tetapkan semasa menjabat Menneg BUMN dan disetujui presiden waktu itu. Tahapan itu untuk BUMN adalah retsukturisasi, profitisasi dan baru privatisasi," tuturnya.Sejauh ini, Telkom sudah berhasil melakukan restukturisasi baik di bidang usaha, manajemen maupun komposisi SDM-nya dengan baik. "Sekarang Telkom dalam tahapan memperbaiki profit. Karena itu dia melakukan investasi di mana-mana," kata Tanri.Contoh yang dikemukakannya adalah soal penggelaran layanan telepon wireless. "Saat ini, dia melakukan investasi besar di bidang itu. Harapannya, dalam waktu 1-2 tahun ke depan sudah akan menghasilkan profit," tutur mantan manajer bergelar 'Manajer Satu Miliar' itu.Pada saat yang bersamaan, tahapan untuk menuju ke privatisasi juga sudah ditempuh. Salah satunya dengan meningkatkan nilai (value) bagi perusahaan. "Di situ letak strategisnya jika Telkom bisa menerjuni bisnis telekomunikasi di manca negara atau global," katanya.Salah satu negara yang dilirik dan sedang dikaji kemungkinannya adalah Ekuador dan di Italia. "Ada task force atau tim khusus yang sedang mengkaji kelayakan dan kemampuan berinvestasi bidang telekomunikasi di sana. Sejauh mana hasilnya, kita tunggu saja," papar Tanri lagi.Yang jelas, dengan kondisi dan kemampuan yang ada saat ini, Tanri Abeng memperkirakan paling cepat 2 tahun lagi atau tahun 2006 yang bisa menjadi titik awal bagi BUMN itu untuk terjun ke bisnis internasional.Salah satu perusahaan sejenis yang melakukan investasi telekomunikasi di luar negaranya adalah Telekom Malaysia, yang terbukti berhasil meningkatkan corporate value BUMN negeri jiran Malaysia itu. Keduanya juga berhasil masuk ke dalam daftar 1000 perusahaan paling bernilai di dunia versi majalah ekonomi Business Week.
(sss/)











































