Hadapi Arus Mudik Lebaran, Pemerintah Tambah 14 Kereta Api

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Pemerintah Tambah 14 Kereta Api

- detikFinance
Selasa, 17 Jul 2012 14:33 WIB
Hadapi Arus Mudik Lebaran, Pemerintah Tambah 14 Kereta Api
Jakarta - Pemerintah menyediakan kereta tambahan untuk mengatasi melonjaknya penumpang menghadapi arus mudik pada beberapa hari menjelang lebaran berikut setelahnya.

Direktur Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Tunjung Inderawan menyebutkan pemerintah telah menyiapkan 14 kereta tambahan yang terdiri dari 8 kereta kelas eksekutif dan 6 kereta berkelas ekonomi.

"Kalau yang reguler tetap. Kita tambahkan 14 kereta tambahan, 8 eksekutif, 6 ekonomi," ungkap Tunjung kepada wartawan, Selasa (17/7/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tunjung mengatakan, nantinya pemerintah akan memberlakukan peraturan satu tiket untuk satu tempat duduk. Dengan begitu menurut Tunjung akan meningkatkan kenyamanan dan keamanan.

"Dengan kebijakan satu tiket satu tempat duduk, tentunya secara jumlah akan menurun, tapi secara kenyamanan dan keamanan akan naik," katanya.

Tak hanya itu, untuk mengatasi puncak arus mudik yang biasa terjadi 1 minggu menjelang lebaran dan arus baliknya, pemerintah pun akan menambah 3 rangkaian kereta ber-AC yang masing-masingnya 10 kereta. Tak lupa juga, sambung Tunjung menambah K-3.

"Pemerintah tidak diam, kita upayakan untuk bisa menambah 3 rangkaian Kenamanan, Kenyamanan, dan Keselamatan AC, 10 kereta tiap rangkaian, jadi total 30. Dan juga saya upayakan KRDI Jakarta-Tegal 2 buah," ungkapnya.

"Di Jakarta kita tambahkan 5 komuter," tambahnya.

Untuk keretanya, pemerintah memulai dari PT INKA sebagai produsen. Namun Tunjung enggan menyebutkan berapa total investasi yang dikeluarkan dalam hal ini.

"Sebenarnya sudah siap keretanya, tinggal tunggu teken kontrak. Saya sedang menunggu terbitnya revisi pencairan tanda bintang oleh Dirjen Anggaran. Keretanya sudah dibikin oleh PT INKA,"

"Investasinya saya tidak hafal, angka-angka nanti saya tidak hafal," tutupnya.

(zul/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads