La Ode Ahmadi, pimpinan demo yang beranggotakan sekitar 50 orang ini mengungkapkan dalam orasinya, apabila Dahlan tidak mengindahkan aspirasinya maka para pendemo berjanji pekan depan akan mendatangkan massa yang lebih banyak.
"Kalau Pak Dahlan tidak merespon kita, kita janji akan datang lebih banyak, kita tidak takut!," katanya di depan Kantor BUMN, Jalan Medan Merdeka Selatan, Selasa (17/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
- Kasus ini bermula dari pelaksanaan Proyek Penyediaan Pupuk hayati yang melibatkan PT Berdikari menggunakan TA 2010 melalui Ditjen Tanaman Pangan Mentan. Pengadaan pupuk tersebut adalah pupuk hayati berupa dekomposer merk Vitadegra sebanyak 1,7 juta Kg dan merk Vitabio sebanyak 342 ribu kg. Dalam korupsi ini ada permainan yang merugikan negara dengan cara mark up, dalam pengadaan barang dan rekayasa administrasi dengan cara peminjaman merk milik PT Vitafarm.
- Indikasi Suap Rp 3 miliar yang dilakukan PT Berdikari kepada sejumlah anggota DPR dengan tujuan untuk mendapatkan proyek tersebut.
- Kejanggalan dalam penetapan harga yang perlu dipertanggung jawabkan oleh Mantan Menteri BUMN, Mustafa Abu Bakar dan Mentan, Suswono karena tidak sesuai dengan harga pasaran. Harga yang ditetapkan harga yang ditetapkan oleh keduanya adalah Rp 548.171/kg sedangkan kisaran harga di pasaran Rp 200.000/kg.
- Kejanggalan mengenai perusahaan PT Berdikari sebagai pelaksana PSO Pupuk, padahal PT berdikari tidak memiliki core bussiness dibidang pupuk. Pengangkatan ini dilakukan oleh Mantan Meneg BUMN dan Mentan.
Selain itu, di dalam surat tuntutannya, tercantum nama-nama orang yang terlibat seperti Aprizul Yusran (Direktur SDM PT Berdikari), Alvin Purnadi (Direktur Pemasaran PT berdikari), Bustaman (Senior Manager), Ahmad Muqowam, Tamsil Linrung, Soeripto, Mahfuq Siddiq yang merupakan anggota DPR RI.
La Ode menuturkan pihaknya memiliki data yang konkrit terkait hal ini. Ini kali kedua mereka mengadu ke Dahlan Iskan, namun belum menemui titik terang.
"Saya punya datanya konkrit. Ini kedua kalinya, 2 kali kami datang kesini, 2 kali juga kami ke KPK. Kami meminta KPK untuk menelusuri keterlibatan Mentan dan Mantan Meneg BUMN dalam pengadaan pupuk PT Berdikari yang merugikan negara senilai Rp 110 miliar," katanya.
Tak ada penjagaan ketat dari pihak aparat, hanya sedikit yang berjaga-jaga. Dan tak berlangsung lama, para pendemo pun beranjak pulang karena tak menemui Dahlan Iskan yang sedang mencoba mobil listrik untuk kedua kalinya.
(zlf/dru)











































