Ini Antisipasi Pemerintah Hadapi Arus Mudik

Ini Antisipasi Pemerintah Hadapi Arus Mudik

- detikFinance
Selasa, 17 Jul 2012 17:01 WIB
Ini Antisipasi Pemerintah Hadapi Arus Mudik
Jakarta - Kementerian Perhubungan mewaspadai lonjakan jumlah penumpang angkutan umum sekitar 6% untuk tahun ini. Terutama pada H-3 menjelang lebaran.

"Jadi naiknya 6 persen untuk angkutan darat, laut, udara, rata-rata, paling besar udara 10,4 persen," ujar Menteri Perhubungan EE Mangindaan saat ditemui di kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (17/7/2012).

Mangindaan menegaskan pihaknya telah menyiapkan berbagai tindakan guna mengantisipasi lonjakan tersebut, yaitu dengan mengutamakan lalu lintas untuk pemudik pada H-3 itu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Angkutan sudah tidak ada masalah, kita lihat H-7 ke bawah, sampai H-4 kita utamakan sembako untuk menghadapi lebaran, H-3 fix untuk mudik, kita utamakan pemudik di seluruh moda transportasi," ujarnya.

Selain itu, lanjut Mangindaan, bekerjasama dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk menahan pasar tumpah agar tidak mengganggu jalan.

"Pasar tumpah kami sudah serahkan pemda dan polisi, jangan sampai menganggu di jalan raya utama, pantura sama pansel. Jumlahnya ratusan karena kita tidak bisa prediksi itu. Kemarin kita minta ke polisi, agar pemudik dulu yang diutamakan, jadi pasar tumpah ditarik ke dalam jangan menganggu jalan raya," tegasnya.

Sementara itu, Mangindaan menyatakan pihaknya akan memberikan fasilitas bagi pemudik yang menggunakan sepeda motor, yaitu penyediaan kapal dan truk untuk membawa motor pemudik. Alat angkut ini akan disediakan secara gratis.

"Seperti pada tahun lalu, pertumbuhan sepeda motor yang banyak sekali, itu jadi perhatian khusus jadi kita alihkan, melalui kapal secara gratis tentunya. Angkatan laut siap untuk menampung mereka, kemudian bisa juga diangkat dengan truk, orangnya naikkan bus sesuai tujuan," ujarnya.

"Sekian ribu motor siap diangkut, dan truknya juga siap. Jadi harapan kita, motor berkuranglah di jalan raya sehingga tidak terjadi lagi kecelakaan yang terlalu banyak untuk sepeda motor," pungkasnya.

(nia/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads