"Masalah outsourcing sudah merata dan semua orang di negeri ini prihatin dengan outsourcing ini. Mari kita jaga keresahan ini bukan menjadi faktor yang membuat berbahaya tetapi kita cari jalan keluar," kata Muhaimin di Hotel Gran Melia Kuningan, Jakarta, Selasa (17/07/12).
Menurut catatan Muhaimin terdapat 45% Perusahaan Indonesia menggunakan sistem outsourcing. Untuk itu Muhaimin membuat Komite Pengawasan Nasional Ketenagakerjaan Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Muhaimin mendesak Kadisnakertrans masing-masing daerah agar mempersiapkan dan mencari solusi atas masalah outsourcing ini. "Banyak yang bilang tidak ada peranan pemerintah dan sektor ketenagakerjaan terkait masalah ini, dan akhirnya mereka mencari jalan sendiri," ungkap Muhaimin
Para pengusaha takut jika buruh melakukan segala hal yang membuat produksi berhenti dan merugikan biaya produksi mereka. Terkait hal ini, Muhaimin berpesan agar tidak menjadi seperti Italia yaitu buruh berkuasa penuh dan sampai saat ini ekonomi Italia stagnan.
"Kita hadir dan kita muncul untuk menjadi solusi dan peran kita agar lebih optimal," kata Muhaimin.
Muhaimin menerangkan jika target sampai dengan akhir 2012, Komite bentukannya akan melakukan pengawasan yang mempunyai otoritas pada perusahaan-perusahaan yang masih memberlakukan outsourcing.
"Jika bisa fungsinya seperti penegak hukum, punya otoritas agar outsourcing tidak berkembang. Kita punya PR besar ditengah krisis global saat ini, upah sejahtera untuk buruh adalah salah satunya," pungkas Muhaimin.
(/)











































