Selain itu, kata Pembina UKM dari Universitas Indonesia, Nining Soesilo, daya tarik dan keinginan masyarakat untuk membeli dan menggunakan produk UKM buatan Indonesia masih rendah.
"UKM tidak jadi besar karena enggak dibeli karena orang Indonesia masih suka barang impor," ungkap Nining di Carrefour Lebak Bulus Jakarta Selatan, Rabu (18/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"UKM takut menjadi besar, banyak UKM menjadi objek pajak. Kami banyak punya UKM binaan, karena ada order besar tidak punya PKP dan NPWP," sambungnya.
Terakhir, Ia mengatakan UKM di Indonesia ternyata masih bermasalah terhadap akses permodalan.
"UKM kesulitan akses financial. Dia memang membutuhkan pembiayaan segera, dapat di bank susah kalau di koperasi dapat tidak sesuai harapan," tutup Nining.
Ditempat yang sama, Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan. Menampik apa yang dikatakan oleh praktisi UKM dari UI tersebut. Menurutnya. jika saat ini pelaku UKM sudah mudah untuk memperoleh akses pembiyaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Selain itu terkait masalah pelaku UKM yangsering menghindari pajak, dia berjanji akan menggencarkan sosialisasi tentang pajak.
"Kita akan sosialisasikan karena kalau bayar pajak dengan tertib bukannya malah menjadi penghalang dan trigger untuk menjadi lebih besar karena ada insentifnya," kata Syarifuddin
Selain itu, dia menjelaskan kecintaan masyarakat Indonesia terhadap produk dalam negeri khususnya produk UKM juga sudah mulai tumbuh.
(hen/ang)











































