Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua PP GP Ansor bidang Koperasi, UKM, Pertanian, Perikanan, Kelautan dan Kehutanan Munadi Herlambang kepada wartawan di sela-sela acara The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit (IIFIS) di Solo, Rabu (18/7/2012).
Munadi mengatakan, GP Ansor memang merancang islamic financial inclusion society. Pemikiran itu muncul dari kegelisahan para ekonom muda di GP Ansor yang selama ini melakukan kegiatan-kegiatan ekonomi berbasis warga NU.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saat ini kami sedang merancang linkage untuk 500 BMT pada tahap pertama, 1.000 BMT pada tahap kedua, dan 1.250 BMT pada tahap ketiga untuk target semester akhir tahun 2012. Harapan kami, kekuatan gabungan BMT akan menjadi penggerak roda ekonomi rakyat terutama warga NU di pedesaan dgn menaikkan status mereka menjadi 'bankable citizen'," ujar Munadi.
Tak cukup itu, Munadi menegaskan saat GP Ansor juga telah memiliki tidak kurang dari 30 ekonom muda yang mempunyai profesi di regulator, legislatif, pengawas pemerintah, industri keuangan dan akademisi. Mereka dinilai sebagai kader ekonom Ansor yang mempunyai kapabilitas dan kompetensi di bidang masing-masing.
"Dalam waktu dekat akan kami berikhtiar untuk launching 'ekonom Ansor' ini. GP Ansor akan semakin komplit. Basis massa kami akan semakin kuat mulai dari Banser sampai ustad di pedesaan hingga ekonom yang mendesign konsep ekonomi NU," lanjut Munadi.
(mbr/dnl)











































