Dirjen Bina Marga, Djoko Muryanto mengatakan pada H-10 perbaikan jalan ditargetkan akan selesai, dan tidak ada lagi proses perbaikan yang dapat mengganggu jalannya kendaraan.
"Harapan kita pada H-10 semua sudah selesai dan tidak ada pekerjaan fisik di lapangan," ungkap Djoko saat acara konperensi pers di Kementerian PU, Jakarta, Kamis (19/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati demikian, Djoko mengutarakan, masih ada jalan yang perlu diperbaiki di jalur mudik Pantai Utara (Pantura) misalnya di ruas jalan Ciregol. Menurutnya, ruas jalan ini tidak akan sepenuhnya terselesaikan pada H-10.
"Paling akhir pekerjaan kita di Ciregol, karena harus menurunkan ketinggian jalan turun jadi sampai 8% agar kendaraan berat bisa melintas," ujarnya.
Menurut Djoko, perbaikan jalan Ciregol akan dilakukan sementara dengan melapisi ruas jalan yang bersifat sementara, untuk penyelesaiannya, jalan ini akan dipatenkan beberapa hari setelah lebaran.
"Ciregol sementara baru kita lapis, setelah lebaran kita akan permanenkan. "Pokoknya Pantura Jawa ditargetkan H-10 selesai dan tidak ada pekerjaan di lapangan," tutupnya.
Seperti diketahui, jalan Pantai Utara sepanjang 1.182 km pada 2012 mendapat anggaran senilai Rp 1.03 Triliun. Sebagai koridor utama di Pulau Jawa, Pantura menanggung beban yang cukup berat. Jumlah lalu lintas kendaraan per hari di Pantura mencapai 48 ribu kendaraan, ditambah kendaraan yang membawa beban melebihi batas muatan sumbu terberat sebesar 10 ton.
(zlf/ang)











































