Menteri Ekonomi Lapor Harga Sembako ke SBY, Apa Isinya?

Menteri Ekonomi Lapor Harga Sembako ke SBY, Apa Isinya?

Luhur Hertanto - detikFinance
Kamis, 19 Jul 2012 17:26 WIB
Menteri Ekonomi Lapor Harga Sembako ke SBY, Apa Isinya?
Foto: Setpres
Jakarta -

Hari ini menteri-menteri ekonomi melaporkan perkembangan harga sembako menjelang bulan puasa dan lebaran kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Apa isi laporan para menteri tersebut?

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, secara keseluruhan dirinya melaporkan kepada presiden ketersediaan bahan pokok mencukupi dan tidak ada kekurangan apapun. Stok beras di gudang Bulog juga masih di atas 1 juta ton.

"Kita melaporkan juga kepada presiden tentang kenaikan harga-harga. Saya sampaikan data dari statistik yang baru keluar, yang meningkat dibandingkan bulan sebelumnya adalah telur ayam ras naik 13,67%, daging ayam 38,9%, cabai rawit, daging sapi 33%, gula pasir 5,24%, beras dan yang lain 0,1-0,3% tidak terlalu tinggi," tutur Hatta di Istana Presiden, Jakarta, Kamis (19/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menyatakan, di tahun ini harga sembako relatif baik ketimbang tahun lalu, kecuali untuk harga daging sapi, cabai rawit, dan gula pasir.

"Apa yang kita lakukan? Pertama terhadap gula pasir. Gula pasir kita akan panen tahun ini sebanyak 2,66 juta ton. sehingga dipastikan stok akhir 26 ribu ton. Karena ini kita mengambil jatah yang untuk 2013 kita percepat dengan menambah pasokan 260 ribu ton untuk gula mentah sehingga nanti sama dengan penggilingan," kata Hatta.

Untuk daging, Hatta mengatakan impor daging dan sapi hanya untuk konsumsi hotel atau restoran. "Ketiga daging ayam dan telur ayam, dan presiden meminta betul diperhatikan ternak-ternak kita yang rentan ini apakah itu peternak ayam, unggas, ikan, dan lainnya," imbuh Hatta.

Pasar murah dan intervensi, kata Hatta, akan terus dilakukan pemerintah mulai 16 Juli di 19 provinsi. SBY juga meminta perhatian terhadap arus barang demi kelancaran stok, terutama antrean di Pelabuhan Merak tidak terjadi lagi.

(dnl/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads