Sekjen Asosiasi Pedagang Indonesia, Ngadiman mengatakan, mengaku senang dengan adanya Bulog Mart. Baginya, Bulog Mart sebagai pusat perdagangan yang dapat mengendalikan harga dan memperkuat warung serta pasar tradisional.
"Kami berharap outlet Bulog ini sebagai pusat pergolakan yang dapat mengendalikan harga dan memperkuat warung-warung dan pasar tradisional. Jangan sampai Bulog Mart difungsikan sebagai kompetitor baru seperti Indomaret dan Alfamart yang jelas-jelas mematikan pasar tradisional," katanya di Restoran Warung Daun, Jakarta, Sabtu (21/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perusahaan plat merah itu berencana membangun 100 outlet sampai akhir tahun 2012 dan menjadi 200 outlet di akhir tahun 2013. Outlet ini tersebar di 33 propinsi. Tahun depan outlet ini bisa lebih berperan. Bulog mencanangkan rencana ini sejak 9 Mei 2012.
Kehadiran Bulog Mart melengkapi 2 Unit yang sebelumnya telah ada yaitu unit onfarm dan unit transportasi dan terakhir adalah Bulog Mart yang memotong mata rampai tengkulak yang merugikan petani.
(ang/hen)










































