Ketua Asosiasi Perusahaan Pelayaran (INSA) Carmelita Hartoto menilai pembangunan pelabuhan Kalibaru harus segera dibangun untuk menampung beban pelabuhan Tanjung Priok.
"Menurut INSA pembangunan terminal peti kemas Kalibaru segera harus direalisasikan. Tahun ini, peti kemas di Tanjung Priok diproyeksikan menembus 7 juta TEUS dengan asumsi pertumbuhan sama dengan semester I, 2012 sehingga jauh melampaui kapasitas pelabuhan," ungkap Carmelita kepada detikFinance, Sabtu (21/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, pembangunan pelabuhan baru ini tidak semulus rencana awal. Pasalnya, tanah milik Pelindo yang nantinya akan digunakan untuk area baru ini merupakan wilayah kumuh padat penduduk.
The New Tanjung Priok tersebut rencananya dibangun Agustus 2012 usai lebaran dengan dana investasi tahap pertama mencapai US$ 2,05 miliar.
Salah satu tokoh masyarakat, Amir kepada detikFinance, Kamis (19/7/2012) membenarkan wilayah tempat tinggalnya bakal jadi pelabuhan baru.
Wilayah ini terdiri dari 15 RW dengan total area mencapai 75 hektar dan jumlah penduduk diperkirakan mencapai 30.000 orang.
Mayoritas penduduk Kalibaru berprofesi sebagai nelayan dan sisanya sebagai buruh pelabuhan, pedagang, dan petugas keamanan pelabuhan.
Area yang mereka duduki sebenarnya milik PT Pelindo II. Ini adalah tugas berat yang diemban oleh PT Pelindo II untuk merealisasikan The New Tanjung Priok.
Sampai dengan saat ini, pihak Pelindo II sama sekali belum bertemu warga Kalibaru untuk membahas kejelasan nasib mereka bahkan warga Kalibaru mutlak satu suara. Mereka tidak mau ganti rugi tetapi ganti untung. Bagaimana Pelabuhan Kalibaru saat ini? Berikut penampakannya.
(hen/ang)










































