Kenaikan harga kebutuhan pokok belakangan ini, termasuk melonjaknya harga kedelai dan tempe membuat pemerintah 'kabakaran jenggot'.
Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa meminta kepada Menteri Pertanian (Mentan) Suswono dan Menteri Perdagangan (Mendag) Gita Wirjawan harus rajin turun ke lapangan.
"Ujung tombaknya tetap Menteri Pertaninan dan Menteri Perdagangan, dua itu. Harus rajin-rajin memantau pasar, mengecek pasar," seru Hatta usai rakor di kementeriannya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (23/7/2012)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Baru saja saya bicara Menteri Pertanian untuk segera mengendalikan dan nanti sedang diatasi oleh Menteri Pertanian. Jadi saya minta baru saja kepada Menteri Pertanian agar segera mengambil langkah-langkah untuk itu," katanya.
Hatta berharap dengan naiknya harga kedelai, aksi para spekulan-spekulan harus dicegah. Sehingga kenaikan harga tak semakin parah.
"Ini tidak boleh terjadi. Kalo sampai memainkan harga untuk mengambil keuntungan-keuntungan seperti itu. Jadi kasian dong pengerajin-pengerajin tahu tempe kita. Jadi saya minta sudah untuk dipantau betul itu perdagangan pertanian. Jadi saya minta hari rabu dilaporkan actionnya apa dalam rapat koordinasi," katanya.
Seperti diketahui harga kedelai dunia terus merangkak naik hingga US$ 17 per bushel atau tertinggi setelah 2008 lalu. Hal ini membuat para perajin tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia (Gakoptindo) melakukan aksi mogok produksi tempe dan tahu mulai 25-27 Juli 2012. (hen/dnl)










































