"Indonesia menggantikan India mungkin tidak tetapi mendekati mungkin iya menjadi BRICS country," ungkap Fauzi ketika ditemui di Gedung BI, Jakarta (23/07/12).
BRICS tersebut meruapakn lima negara yang pertumbuhan ekonominya pesat. Akronim ini pertama dicetuskan oleh Goldman Sachs pada tahun 2001.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Batasannya untuk masuk kesana adalah nominal GDP sudah diatas US$ 1 triliun. Tahun ini nominal GDP Indonesia sudah mencapai US$ 940 miliar. Maka dalam waktu 2 tahun kemudian sangat mungkin Indonesia masuk kesana," paparnya.
Pertumbuhan ekonomi India memang masih tinggi. Tahun ini tercatat pertumbuhan ekonomi India adalah 6,2% masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi global, memang ada kekhawatiran peringkat resiko India diturunkan tetapi tidak menyurutkan minat investasi di India.
India adalah salah satu negara dengan pasar domestik terbesar di dunia dengan penduduk lebih dari 1,2 miliar orang
"Pertumbuhan ekonomi kita pesat, neraca ekonomi juga kita sehat, ini menjadi suatu term yang sudah diterima dengan baik oleh pasar, kita akan kesana dalam 2 tahun kedepan," pungkas Fauzi.
(dru/dru)










































