Ssst...Ada Surat Edaran Ancaman Penyitaan untuk Perajin Tempe

Ssst...Ada Surat Edaran Ancaman Penyitaan untuk Perajin Tempe

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 24 Jul 2012 13:18 WIB
Ssst...Ada Surat Edaran Ancaman Penyitaan untuk Perajin Tempe
Jakarta - Hari ini terlihat berbeda dengan hari-hari biasanya di lokasi produksi tahu tempe di kawasan di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kayu bakar dan asap juga wangi aroma kedelai hari ini tidak lagi tercium karena para perajin sudah menghentikan operasi mereka.

Rencananya akan ada aksi mogok produsen tahu tempe se-Jabodetabek, Banten dan Bandung mulai tanggal 25-27 Juli 2012. Para perajin tahu tempe di Sungai Bambu, Tanjung Priok sudah menerima surat edaran dari KOPTI (Koperasi Pengrajin Tempe tahu Indonesia). Jika ada perajin yang membandel, pihak KOPTI mengancam akan menyita produksi tempe dan tahu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Surat tersebut diedarkan pada pengusaha tahu-tempe pada hari Senin, tanggal 23 Juli 2012 berdasarkan keputusan rapat PUSKOPTI DKI Jakarta pada Hari Rabu, 18 Juli 2012.

Didalam surat itu tercantum beberapa hal terkait mogoknya para produsen tahu-tempe se Jabodetabek. Surat edaran tersebut ditandatangani oleh Pengurus KOPTI Jakarta Timur Suyanto, SE, Sekretaris Asep Sumantri S.E dan H. Hedy Kuswanto sebagai bendahara. Isinya antaralain:



  1. Mengharuskan kepada pengrajin tempe dan tahu untuk melakukan mogok produksi/tidak berjualan mulai tanggal 25-27 Juli 2012.
  2. PUSKOPTI DKI membuat surat ke pemerintah atau istansi terkait untuk melakukan tindakan yang diperlukan guna menyikapi hal tersebut diatas.
  3. Apabila ada pengrajin tempe dan tahu yang tetap berproduksi/berjualan, maka barang dagangan akan disita.

"Kami tidak merasa rugi dengan adanya pemogokan semacam ini, semua demi kepentingan kami juga yaitu kenaikan harga kedelai yang melonjak tajam, kami junjung tinggi solidaritas," ujar Wajarsito perajin tahu tempe di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara kepada detikFinance, Selasa (24/7/2012)

Perajin tahu tempe mengaku mendukung sepenuhnya aksi mogok produksi tahu tempe se-Jabodetabek. Dengan begitu sudah jelas, bahwa tahu dan tempe menghilang dipasaran mulai siang ini hingga Jumat besok.

Sementara itu Ketua II Gakoptindo Sutaryo mengatakan tak ada arahan dari pihaknya termasuk dari Puskopti DKI Jakarta soal ancaman menyita. Pihaknya hanya mengajak solidaritas kepada perajin untuk mogok sementara.

"Kalau resmi dari sini kita ajak mogok, kalau yang tetap produksi untuk menghindari tak diinginkan jangan dipasarkan, namanya kawannya yang lain tak produksi, kemudian yang lain produksi. Mungkin satu dua ada yang ngeyel, di Kemayoran dibuang oleh temannya sendiri. Dari kita tak ada perintah menyita," katanya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads