Ini merupakan ancaman untuk para perajin tahu-tempe yang jika membandel tetap berproduksi saat aksi mogok 25-27 Juli 2012. Masalah ini ditanggapi santai oleh Pengusaha Tahu-Tempe di Kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok Jakarta Utara.
"Kita santai saja, surat edaran itu berisi kepentingan kita juga agar harga kedelai tidak terus naik, solidaritas harus dijunjung tinggi," ungkap Mukhrom salah satu perajin tahu tempe kepada detikFinance di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Selasa (24/7/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perajin tempe lainnya seperti Samini mengungkapkan bahwa ia pernah tidak sengaja memproduksi disaat kondisi mogok beberapa tahun lalu. Samini mengaku roduksi tempenya harus dibuang oleh sesama rekannya perajin tempe.
"Tempe saya dibuang ke sungai, dan saya di beri peringatan oleh para pengusaha tempe yang lain agar tidak beroperasi," kata Samini.
(hen/hen)










































