Perajin Tempe Tak Keberatan Soal Ancaman Penyitaan

Perajin Tempe Tak Keberatan Soal Ancaman Penyitaan

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 24 Jul 2012 13:50 WIB
Perajin Tempe Tak Keberatan Soal Ancaman Penyitaan
Jakarta - Perajin tahu tempe sudah menerima surat edaran dari KOPTI (Koperasi Pengrajin Tempe tahu Indonesia). Didalam surat itu tercantum beberapa hal, salah satunya soal ancaman penyitaan kepada perajin tempe dan tahu yang tetap berproduksi/berjualan saat mogok.

Ini merupakan ancaman untuk para perajin tahu-tempe yang jika membandel tetap berproduksi saat aksi mogok 25-27 Juli 2012. Masalah ini ditanggapi santai oleh Pengusaha Tahu-Tempe di Kawasan Sungai Bambu, Tanjung Priok Jakarta Utara.

"Kita santai saja, surat edaran itu berisi kepent‌ingan kita juga agar harga kedelai tidak terus naik, solidaritas harus dijunjung tinggi," ungkap Mukhrom salah satu perajin tahu tempe kepada detikFinance di Sungai Bambu, Jakarta Utara, Selasa (24/7/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mereka berpendapat memang ada kerugian dari tidak beroperasinya pabrik mereka, tetapi ini demi solidaritas antar produsen tahu-tempe. Mereka beralasan jika harga kedelai turun maka mereka juga yang dapat untung bersama.

Perajin tempe lainnya seperti Samini mengungkapkan bahwa ia pernah tidak sengaja memproduksi disaat kondisi mogok beberapa tahun lalu. Samini mengaku roduksi tempenya harus dibuang oleh sesama rekannya perajin tempe.

"Tempe saya dibuang ke sungai, dan saya di beri peringatan oleh para pengusaha tempe yang lain agar tidak beroperasi," kata Samini.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads