Menurut Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, harga daging dalam pekan ini kelihatan stabil bahkan mengalami penurunan harga khususnya di pasar tradisional
"Kenaikan harga daging hanya dirasakan pada awal Ramadan saja, tetapi sekarang ini kelihatannya harga daging sudah stabil bahkan mengalami penurunan harga," kata Rusman kepada wartawan di Kantor Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (24/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tambahan 7.000 ton tersebut tidak diperuntukan untuk pasar tradisional, hanya untuk industri, sementara kebutuhan daging segar masyarakat di pasar tradisional dan ritel sepenuhnya berasal dari daging lokal dan daging eks sapi bakalan impor," ungkap Rusman.
Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro mengatakan, harga daging di pasar tradisional hanya berkisar Rp 78.000-Rp 79.000 per kilogram.
"Itu harga rata-rata daging di pasaran dalam tiga hari terakhir, tidak ada harga daging di atas Rp 90.000 per kilogram," kata Syukur.
Dirinci Syukur, namun jika dilihat harga masing-masing per jenis daging, mulai dari kualitas paling bagus berkisar Rp 85.000-Rp 90.000 per kilo, sementara untuk kualitas kedua berkisar Rp 75.000-Rp 80.000 per kilogram.
"Kemudian untuk tetelan berkisar Rp 40.000 per kilogram dan untuk jeroan berkisar Rp 35.000-Rp 40.000 per kilo, saya kira itu faktanya yang terjadi saat ini," tukas Syukur.
Sebelumnya dari pemantauan di pasar memasuki hari keempat Ramadan, harga daging sapi sudah menembus Rp 80 ribu/kg. Tingginya harga daging sapi ini membuat omzet penjual menurun dan pembeli makin menurun.
(rrd/dnl)











































