"Tempe mahal, gorengan tempe makin tipis, kan lebih enak, tipis itu supaya enak jadi lebih crispy (renyah)," kata Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan, di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (24/7/2012).
Dikatakan Rusman, kenaikan harga kedelai dikarenakan pasokan kedelai impor merosot karena musim kemarau di negara produsen kedelai seperti AS.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Apalagi peristiwa melambungnya harga kedelai ini pernah juga dialami Indonesia empat tahun lalu.
"Saat itu harga kedelai naik cukup tinggi, akibatnya pemerintah sampai memberikan subsidi Rp 1.000 per kilo kepada pengrajin tempe dan tahu. tetapi kalau itu diulang kembali sepertinya tidak mungkin, karena masakita mau hidup dengan subsidi terus-terusan. Ya kalau kedelainya naik, ukuran tempe atau tahunya dikecilin sedikit lah tidak apa-apa," ujar Rusman.
Namun kenaikan harga kedelai ini kata Rusman hanya kejadian yang sifatnya temporer tidak berlangsung lama. "Pasokannya nanti bertambah ya harganya kembali normal, tapi kalau kita beri susbsi ke pengrajin, kasihan petani kita, jadi malas produksi kedelai lagi, kasihanilah petani kita," tandas Rusman.
(rrd/hen)










































