Perajin Tempe Mogok, Ini Dia 2 Jurus Pemerintah Redam Harga Kedelai

Perajin Tempe Mogok, Ini Dia 2 Jurus Pemerintah Redam Harga Kedelai

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 10:20 WIB
Perajin Tempe Mogok, Ini Dia 2 Jurus Pemerintah Redam Harga Kedelai
Jakarta - Pemerintah menyiapkan dua langkah antisipasi untuk menjaga pasokan dan mengendalikan harga kedelai. Langkah itu adalah peningkatan produksi dan pembebasan bea masuk impor kedelai.

"Iya seharusnya tingkatkan produksi dalam negeri, minimal, dan kita bebaskan bea masuk impor dari 5%, mudah-han jadi 0%," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/7/2012).

Dengan kedua langkah itu, lanjut Bayu, diharapkan pasokan kedelai dapat terjaga dan harga kedelai juga bisa diturunkan. "Kira-kira, harga impor akan dalam rupiah akan turun sekitar Rp 400-an rupiah (per Kg). Ya lumayanlah," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bayu menyadari saat ini memang kedelai sedang menjadi barang langka. Pasalnya, selain kurangnya produksi, kebutuhan akan bahan baku pangan ini juga meningkat setiap tahun.

"Jadi alternatif kita Argentina doang, tapi dia juga mengalami masalah yang sama, jadi memang global, China itu yang tadinya cuma mau beli tahun ini rencananya 57 juta (konsumsi kedelai China), dan kita itu tidak ada 2 juta (konsumsi kedelai Indonesia), dia (China) rencananya mau dinaikan 61 juta. Masalahnya di ketiga negara itu, mengalami masalah yang sama, yang lain kecil-kecil," tandasnya.

Sebelumnya, pemerintah membebaskan bea masuk komoditas kedelai dan tepung terigu hingga 31 Desember 2011. Keputusan itu tertuang dalam peraturan menteri keuangan atau PMK Nomor 13/PMK.011/2011 yang menetapkan tarif bea masuk untuk komoditas kedelai dan tepung terigu ditetapkan nol persen.

Dalam PMK Nomor 13/PMK.011/2011 ditetapkan bahwa tarif bea masuk untuk kedelai akan kembali dinaikkan pada 1 Januari 2012 menjadi 5%. Hal ini tercantum dalam pasal 2 ayat 2.

(nia/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads