"Iya seharusnya tingkatkan produksi dalam negeri, minimal, dan kita bebaskan bea masuk impor dari 5%, mudah-han jadi 0%," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi saat ditemui Kantor Kemenko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (25/7/2012).
Dengan kedua langkah itu, lanjut Bayu, diharapkan pasokan kedelai dapat terjaga dan harga kedelai juga bisa diturunkan. "Kira-kira, harga impor akan dalam rupiah akan turun sekitar Rp 400-an rupiah (per Kg). Ya lumayanlah," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi alternatif kita Argentina doang, tapi dia juga mengalami masalah yang sama, jadi memang global, China itu yang tadinya cuma mau beli tahun ini rencananya 57 juta (konsumsi kedelai China), dan kita itu tidak ada 2 juta (konsumsi kedelai Indonesia), dia (China) rencananya mau dinaikan 61 juta. Masalahnya di ketiga negara itu, mengalami masalah yang sama, yang lain kecil-kecil," tandasnya.
Sebelumnya, pemerintah membebaskan bea masuk komoditas kedelai dan tepung terigu hingga 31 Desember 2011. Keputusan itu tertuang dalam peraturan menteri keuangan atau PMK Nomor 13/PMK.011/2011 yang menetapkan tarif bea masuk untuk komoditas kedelai dan tepung terigu ditetapkan nol persen.
Dalam PMK Nomor 13/PMK.011/2011 ditetapkan bahwa tarif bea masuk untuk kedelai akan kembali dinaikkan pada 1 Januari 2012 menjadi 5%. Hal ini tercantum dalam pasal 2 ayat 2.
(nia/hen)










































