Hari Ini Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar, Konsumen Bingung

Hari Ini Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar, Konsumen Bingung

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 10:42 WIB
Hari Ini Tempe dan Tahu Menghilang di Pasar, Konsumen Bingung
Jakarta - Ancaman mogok produksi para perajin tempe dan tahu benar-benar terjadi. Misalnya di sejumlah pasar tradisional di wilayah Tanjung Priok Jakarta Utara tempe dan tahu, mulai hari ini menghilang di pasar.

Pengamatan detikFinance di Pasar Tradisional Pelita, Tanjung Priok, Jakarta Utara, para pedagang tempe-tahu tidak ada yang berjualan. Hal sama juga di temukan di Pasar Tradisional Sungai Bambu dan Pasar Warakas, Jakarta Utara. Tempe-tahu menghilang dan warga pun banyak yang bertanya dengan tidak adanya tempe-tahu.

"Dari pagi saya mencari penjual tempe-tahu, tetapi tidak ada, saya tidak tahu kenapa biasanya penjual banyak di sini," ungkap Retno, pembeli setia tahu-tempe di pasar Pelita, Jakarta Utara kepada detikFinance, Rabu (25/7/2012)

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menghilangnya tempe tahu di sejumlah pasar di wilayah Tanjung Priok dibenarkan oleh perajin tahu-tempe di Kawasan Sungai Bambu. Mereka sudah menutup pabriknya dan tidak akan memproduksi tahu-tempe dalam jangka waktu 3 hari.

"Pasar Warakas, Sungai Bambu, dan Pasar Pelita sudah bersih tidak ada, pasokan kebanyakan dari kita, hari ini dan 2 hari kedepan kita sudah tidak beroperasi lagi, jadi tidak ada tahu-tempe di pasaran," jelas Wajarsito, perajin tahu-tempe di Kawasan Sungai Bambu.

Sebelumnya para perajin tempe-tahu sepakat untuk menutup pabriknya dan tidak beroperasi mulai tanggal 25-27 Juli 2012. Hal ini karena kenaikan harga kedelai impor yang telah mencapai Rp. 8.200/kg tersebut tidak bisa menutup biaya produksi.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads