"Secara umum stok pangan aman hingga beberapa bulan ke depan," kata Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Provinsi DIY, Andung Prihadi seusai rapat koordinasi Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Yogyakarta, Rabu (25/7/2012).
Menurut dia, yang menjadi sorotan TPID saat ini adalah kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini. Meski berdasarkan laporan Dinas Pertanian DIY maupun Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan masih mencukupi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pola kenaikan seperti ini tidak ada pada bulan puasa tahun kemarin. Adanya kenaikan harga tapi tidak menunjukkan situasi yang sebenarnya karena stok masih ada," katanya.
Dia mengatakan harga pangan terutama beras memasuki minggu pertama puasa relatif aman dan stabil. Namun harga lelang gula pasir di bulan Juli justru menurun dari Rp 10.517/kg menjadi Rp 10.410/kg.
"Ini bisa disebabkan pabrik gula masih musim giling dan stok gula pasir cukup hingga 3 bulan ke depan," katanya.
Sementara itu hasil pantauan di sejumlah pasar tradisional di seluruh DIY menunjukkan stok beras, gula pasir, tepung terigu, ayam dan telor masih mencukupi hingga lebaran dan harga relatif stabil.
Komoditas sayuran dan buah-buahan seperti bayam, kangkung, wortel, kacang panjang, sawi hijau, pisang, kelapa, jeruk, apel, semangka, melon, blewah mengalami kenaikan tapi masih dalam batas wajar. Hal ini disebabkan tingginya permintaan di pasaran.
"Untuk mengendalikan perekonomian selama puasa sampai lebaran nanti, kami siap melakukan operasi pasar baik ecara langsung dan tidak langsung," pungkas Andung.
(bgs/dnl)











































