Mogok Produksi Perajin Tempe-Tahu Dibarengi Aksi Sweeping

Mogok Produksi Perajin Tempe-Tahu Dibarengi Aksi Sweeping

Wiji Nurhayat - detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 11:50 WIB
Mogok Produksi Perajin Tempe-Tahu Dibarengi Aksi Sweeping
Jakarta - Para perajin tempe-tahu melakukan sweeping ke pasar-pasar dan sentra-sentra produksi sebagai bagian dari aksi mogok produksi. Hal ini untuk memastikan agar tak ada perajin yang masih memproduksi dan tak ada pedagang yang menjual tempe tahu di pasar.

Aksi mogok massal ini merupakan hasil keputusan rapat Puskopti DKI Jakarta pada tanggal 18 Juli 2012 lalu. Disepakati bahwa pengrajin tempe dan tahu di semua wilayah DKI Jakarta melaksanakan mogok produksi dan berjualan selam 3 hari yaitu 25-27 Juli 2012.

Kabar adanya sweeping merebak sejak tadi malam (24/07/12), ada sweeping dilakukan di pasar Ciracas dan Pasar Kramatjati. Masalah ini ditanggapi oleh perajin tahu-tempe di Sungai Bambu, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sampai hari ini belum ada, mungkin nanti malam pabrik kita akan disweeping," ungkap Mukhrom perajin tempa kepada detikFinance, Rabu (25/07/12).

Mukhrom menambahkan yang melakukan aksi sweeping biasanya adalah pihak koperasu tahu tempe Indonesia (KOPTI) dan perajin tahu-tempe yang lain. "Biasanya, kita di sweeping kemudian kita juga diajak oleh mereka untuk men-sweeping daerah lain, jadi di-sweeping dan men-sweeping hal yang wajar," paparnya.

Semalam telah terjadi aksi sweeping yang berlangsung di Pasar Ciracas yang berjalan damai dan tertib. Di pasar ini, tidak ditemukan pedagang tahu tempe yang berjualan.

Rombongan yang sebelumnya juga melakukan sweeping di Pasar Kramatjati ini kemudian melanjutkan aksinya ke Pasar Kranggan, Bekasi. Dalam aksinya mereka menggunakan sepeda motor.

"Itu wajar kok demi solidaritas antarkelompok perajin tahu-tempe, jika ditemukan masih ada yang berjualan biasanya barangnya (tahu-tempe) dihancurkan ditempat, jadi tidak kita bawa atau kita sita," pungkasnya.

(hen/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads