Harga Tempe di Makassar Naik Rata-rata 15%

Harga Tempe di Makassar Naik Rata-rata 15%

Muhammad Nur Abdurrahman - detikFinance
Rabu, 25 Jul 2012 12:51 WIB
Harga Tempe di Makassar Naik Rata-rata 15%
Foto: Dok. detikFinance
Makassar - Buntut kenaikan harga kedelai impor yang mencapai Rp 8.500/kilogram, membuat harga tempe dan tahu di beberapa pasar tradisional Makassar ikut naik rata-rata 15%. Meski demikian, pedagang tempe di Pasar Cidu dan beberapa pasar tradisional lainnya di Makassar masih tetap menjual makanan asli Indonesia ini.

Seperti pedagang tempe di Pasar Cidu, Muhammad Makrus yang ditemui detikFinance, Rabu (25/7/2012), menyebutkan untuk tempe kemasan bungkus plastik ia membeli dari industri rumahan di Jalan Muhammad Yamin, dengan harga Rp 2 ribu perbungkus dan tempe bungkusan daun dengan harga Rp 4 ribu per potong.

"Harga pengambilannya tetap sama, tapi ukurannya yang mengecil, kenaikan tahu tempe juga ikut harga kedelai dengan rata-rata 15 persen," tutur Makrus.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makrus menambahkan, rekan-rekannya yang bekerja di industri rumahan pembuat tahu tempe di sekitar jalan Abubakar Lambogo dan jalan Muhammad Yamin tetap berproduksi, meskipun harga bahan baku kedelai melonjak dari rata-rata Rp 6.000/kilogram menjadi Rp 8.500/kilogramnya.

Di pasar lainnya juga demikian. Kakak Makrus yang berjualan di Pasar Kulantu, jalan Kandea ini juga menjual harga tahu tempe dengan harga jual yang sama dengan adiknya. Selain berjualan tahu dan tempe, Makrus dan rekan-rekannya sesama perantau dari Jawa Timur ini juga berjualan ayam potong dan kerupuk.

Kenaikan harga kedelai tidak membuat warga Makassar menjadi panik, karena bahan makanan yang dijadikan lauk di Makassar cukup variatif. Seperti ikan-ikan laut yang berlimpah dan daging sapi yang harganya relatif stabil.

(mna/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads