Agus Marto Minta Freeport Segera Jual Saham di Bursa

Agus Marto Minta Freeport Segera Jual Saham di Bursa

- detikFinance
Kamis, 26 Jul 2012 16:01 WIB
Agus Marto Minta Freeport Segera Jual Saham di Bursa
Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo menyambut baik adanya rencana initial public offering (IPO) PT Freeport Indonesia di pasar saham Indonesia. Diharapkan dengan adanya IPO dapat meningkatkan tata kelola perusahaan yang mengelola Sumber Daya Alam (SDA) Indonesia.

"Mungkin kita kalau ada perusahaan seperti Freeport akan melakukan IPO, kita dukung karena itu adalah menunjukan komitmen bahwa sebagai perusahaan yang besar dan mengelola sumber daya alam itu komitmen untuk menjadi public company, menjadi transparan itu sangat baik," jelas Agus Marto saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (26/7/2012).

Agus Marto menegaskan pemerintah tidak akan membeli saham yang dijual melalui IPO tersebut sehingga diserahkan seluruhnya ke publik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seandainya hal itu memang dilakukan tentu kita harapkan langsung kepada masyarakat dan pemerintah tentu tidak akan masuk di situ. Masyarakat luas karena itu kan IPO. Justru kita mau mendorong sebesar-besarnya saham itu bisa dimiliki oleh publik," tandasnya.

Sebelumnya, PT Freeport Indonesia dikabarkan akan segera melantai di bursa saham. Namun hal itu dilakukan apabila pemerintah pusat dan daerah tidak berminat dengan saham Freeport yang ditawarkan.

"IPO merupakan salah satu opsi yang dipertimbangkan oleh induk perusahaan kami (Freeport-McMoRan Copper & Gold)," kata Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Rozik B Soetjipto beberapa waktu lalu

Rozik menegaskan dikarenakan masih berupa opsi, makanya sampai saat ini belum ada keputusan apapun terkait IPO tersebut. "Belum ada keputusan apa-apa," tegasnya.

Sementara menurut Juru Bicara PT Freeport Indonesia, Ramdani Sirait, IPO merupakan salah satu opsi yang akan ditempuh Freeport apabila saham yang ditawarkan Freeport kepada pemerintah pusat dan/ daerah tidak diminati.

"Kami tawarkan dulu ke Pemerintah pusat dan/ daerah, kalau tidak berminat maka baru kita tawarkan ke publik," ujar Ramdani.

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads