"PLN cocok, Antam cocok, yang konsorsium bisa cocok," ungkap Dahlan di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (26/7/2012).
Terkait informasi yang menjelaskan adanya BUMN di India yang juga tertarik membeli Inalum, Dahlan menilai bukan hanya BUMN India saja yang tertarik, tapi seluruh perusahaan di dunia juga tertarik membeli Inalum yang saat ini masih dikelola investor Jepang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan Dahlan, BUMN memiliki kemampuan keuangan untuk mengambil alih Inalum dari tangan Jepang. "Ada fund (dana) yang cukup besar. Itu bisa bank bisa kekuatan bersama," tutup Dahlan.
(hen/dnl)











































