SBY: Saya dan Ibu Ani Banyak Terima SMS Soal Tempe

SBY: Saya dan Ibu Ani Banyak Terima SMS Soal Tempe

Zulfi Suhendra - detikFinance
Jumat, 27 Jul 2012 15:10 WIB
SBY: Saya dan Ibu Ani Banyak Terima SMS Soal Tempe
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengaku belakangan ini sering mendapat keluhan dari masyarakat terkait menghilangnya tempe-tahu dan harga kedelai yang melambung tinggi.

"Saya banyak menerima SMS (Short Message Service), Ibu Ani, malah setelah sahur pun dapat SMS dan para menteri juga begitu, soal tempe," ungkap SBY saat konperensi pers di Kementerian Perindustrian, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (27/7/12).

Menurutnya, apa yang terjadi pada komoditas kedelai belakangan ini, bukan kehendak pemerintah. Lonjakan harga kedelai disebabkan oleh negara-negara produsen kedelai sedang mengalami kekeringan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Naiknya harga kedelai sekarang ini bukan maunya pemerintah, karena terus terang sumber produksi kedelai di dalam negeri ini kurang, dan pengekspor pun mengalami kekeringan," katanya.

SBY menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam menghadapi kenyataan ini. Menurutnya pemerintah telah menetapkan bea masuk nol persen untuk importasi kedelai dari luar negeri.

"Instrumen yang kita miliki adalah pembebasan bea masuk impor," tambahnya.

Ia mengatakan pemerintah akan tindak tegas kepada siapapun yang mengambil keuntungan tidak wajar atau pun yang terbukti mempermainkan harga kedelai di dalam negeri.

"Kemudian yang harus diberantas adalah kejahatan, apabila ada kartel itu hukum akan ditegakkan. Dan untuk sweeping itu tidak perlu, karena itu bukan kesalahan perajin. Mari kita cari solusinya bersama-sama," jelasnya.

(zlf/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads