SBY: Harga Kedelai Naik Bikin Petani Senang, Perajin Tempe Susah

SBY: Harga Kedelai Naik Bikin Petani Senang, Perajin Tempe Susah

Luhur Hertanto - detikFinance
Jumat, 27 Jul 2012 16:35 WIB
SBY: Harga Kedelai Naik Bikin Petani Senang, Perajin Tempe Susah
Jakarta -

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengakui kenaikan harga kedelai saat ini memiliki dua dampak yang dilematis. Bagi petani lokal, kenaikan harga kedelai justru kabar baik sementara bagi perajin tempe merupakan kabar buruk.

"Petani kita, kalau harganya naik, mereka senang. Saya pernah berkunjung ke beberapa tempat termasuk di Jawa Tengah yang menanam kedelai mencapai 2,5 ton per hektar. Mereka senang karena pada waktu itu harganya baik," kata Presiden SBY dalam acara konperensi pers di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Jumat (27/7/2012).

Menurut SBY, kenyataannya jika harga kedelai turun maka minat petani untuk menanam kedelai semakin rendah. Bahkan mereka cenderung beralih menanam komoditi lain yang harganya menarik seperti jagung.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi ketika harga turun mereka memilih menanam yang harganya lebih baik. Kita tidak bisa paksakan, jadi kenaikan kedelai terkadang bikin petani kedelai senang tapi bikin perajin tahu-tempe susah," katanya.

SBY mengajak semua pihak mencari solusi bersama-sama pemerintah dan tidak perlu melakukan tindakan seperti sweeping karena bukan jalan keluar yang baik. Menurutnya, bagaimanapun semua suka tahu, tempe, dan kecap yang berasal dari kedelai.

Kenyataanya saat ini produksi kedelai Indonesia per tahun hanya 800 ribu ton. Sedangkan keperluan dalam negeri lebih dari 2,5 juta ton per tahun. Dengan kenyataan ini, Indonesia mengimpor kedelai antara 1,5 juta-1,8 juta ton per tahun.

"Tetapi menurut saya tidak perlu melakukan sweeping. Sweeping itu bukan solusi. Sebab bukan kesalahan perajin," katanya.

SBY menambahkan pemerintah bertekad meningkatkan produksi kedelai dalam negeri. Pada posisi ini pemerintah tak akan memaksa petani untuk menanam kedelai. "Pemerintah sedang memikirkan upaya apa yang betul-betul jangka menengah dan panjang agar produksi kedelai kita semakin baik," katanya.

(hen/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads