Menteri Pertanian: Saya Sudah Teriak-teriak Minta Lahan 500 Ribu hektar

Menteri Pertanian: Saya Sudah Teriak-teriak Minta Lahan 500 Ribu hektar

Inka Nesya - detikFinance
Jumat, 27 Jul 2012 19:50 WIB
Menteri Pertanian: Saya Sudah Teriak-teriak Minta Lahan 500 Ribu hektar
Jakarta - Saat ini Indonesia sangat ketergantungan kepada pangan impor, meskipun dulu dikenal sebagai negara agraris. Lahan pertanian terus tergerus sehingga produktivitas pangan menurun.

Hal ini disampaikan oleh Menteri Pertanian Suswono di kantor Kementerian Keuangan, Jalan Wahidin Raya, Jumat (27/7/2012).

"Menteri Pertanian sudah teriak-teriak. Sejak awal kami butuh lahan minimal 500.000 hektar. Idealnya mungkin totalnya harus 1,5 juta," kata Suswono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia mengatakan, saat ini dari data Badan Pertanahan Nasional (BPN), masih ada sekitar 7,5 juta lahan terlantar di Indonesia. Jika sebagian digunakan untuk lahan pertanian, maka produktivitas pangan Indonesia bisa meningkat.

Suswono menyatakan, saat ini Aceh berpotensi untuk terus menjadi sentra kedelai di Indonesia. Jika lahan yang tersedia luas, maka keuntungan dari menanam kedelai bakal besar dan lebih menarik dari komoditas lain seperti jagung.

"Jadi sekarang mudah-mudahan dengan kejadian ini menyadarkan kembali bahwa memang petani kedelai ini harus juga mendapat perlindungan. Tanpa ada perlindungan itu tidak menarik. Saya kira kita kan selalu impor pada akhirnya. Mudah-mudahanlah ada lahan baru, kemudian juga ada perlindungan harga saya yakin kebangkitan kedelai akan terjadi," papar Suswono.

Selain Aceh, banyak daerah yang bisa dijadikan sentra kedelai, seperti Nusa Tenggara Barat (NTB) atau Sulawesi.

"Potensi ini sudah ada, cuma banyak-banyak lahan tadi yang apalagi di Jawa juga banyak lahan-lahan yang terlantar kan. Kalau saja itu bisa dimanfaatkan," kata Suswono.

(dnl/hen)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads