Ini Curhatan Pembuat Tahu-Tempe Untuk SBY

Ini Curhatan Pembuat Tahu-Tempe Untuk SBY

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 30 Jul 2012 12:24 WIB
Ini Curhatan Pembuat Tahu-Tempe Untuk SBY
Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - Para perajin tahu-tempe menyampaikan harapan mereka untuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait harga kedelai yang masih tinggi dipasaran. Apa isi harapannya?

"Jika saya berharap dan presiden mendengar, tolonglah kami para perajin tahu-tempe yang hidup seperti ini, harga kedelai tolonglah di turunkan dan distabilkan," ungkap perajin tahu-tempe Mukhrom di Kawasan Sungai Bambu, Jakarta Utara saat diwawancarai detikFinance, Senin (30/7/2012).

Perajin tahu-tempe menyampaikan beberapa harapan kepada Presiden SBY selaku pengambil kebijakan dan kepala pemerintahan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Harapan kami sebenarnya, tolong harga kedelai diturunkan dan distabilkan jika bisa seperti 3 minggu yang lalu dengan harga Rp 6.000/kg. Selanjutnya, tolong kembalikan fungsi KOPTI (Koperasi Perajin Tahu-Tempe) dan Bulog yang dulu setia menolong kami dengan menyediakan kedelai yang murah," jelas Mukhrom

Mukhrom menambahkan, jika harga kedelai Rp 6.000/kg, maka ongkos biaya produksi para perajin tahu-tempe bisa lebih seimbang. Mukhrom menuturkan dirinya tidak suka jika harga kedelai dimainkan oleh mafia kedelai yang berisi orang kaya.

"Saya yakin ada mafia kedelai, itu orang-orang kaya yang bisa mengatur harga kedelai tolong diberantas habis ya Pak Presiden," katanya.

Para perajin ini sangat berharap keluh kesahnya bisa didengar oleh pemerintah sehingga bisnis mereka sebagai pengusaha kecil bisa berjalan dengan lancar. Hanya 3 permintaan yang sayup-sayup terdengar lirih dari jeritan perajin tahu-tempe.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads