Hatta: Hutan di Jawa Sudah Sangat Kritis

Hatta: Hutan di Jawa Sudah Sangat Kritis

Ramdhania El Hida - detikFinance
Selasa, 31 Jul 2012 13:35 WIB
Hatta: Hutan di Jawa Sudah Sangat Kritis
Jakarta - Pemerintah meminta hutan di Indonesia tidak lagi digunduli (pembabakan hutan) untuk kepentingan pembukaan usaha selain untuk penambahan energi nasional seperti geothermal atau panas bumi.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa menyatakan, apabila untuk eksplorasi energi, tidak apa-apa pembabakan hutan dilakukan. Karena, Hatta yakin jumlah lahan yang dibutuhkan eksplorasi energi tersebut tidak akan memangkas hutan yang besar.

"Kalau untuk energi sudah ada aturannya, untuk geothermal dan energi itu dimungkinkan dalam hutan karena tidak besar, kecil sekali, ada aturannya," ujar Hatta di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Selasa (31/7/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, penggunaan hutan untuk keperluan lain, menurut Hatta tidak perlu dilakukan mengingat jumlah hutan yang kian berkurang, terutama di Pulau Jawa.

"Jawa itu sudah sangat kritis terhadap hutan. Beberapa daerah sudah kurang dari 30 persen. Kalau mau diubah, jelas akan menimbulkan bencana dan persoalan besar, jadi jangan hutan," tegasnya.

Apalagi, lanjut Hutan, penggunaan hutan lindung seperti Hutan Halimun di Jawa Barat yang banyak menyimpan biota langka.

"Halimun itu begitu saya mantan Menristek saya tahu Halimun. Kalau terjadi sesuatu, di mana jenis pohon Indonesia punah, Halimun itu salah satu cadangan biota yang ada yang mewakili hampir sekian persen, itu kawasan yang harus kita jaga," jelasnya.

Menurut Hatta, masih banyak lahan terlantar yang bisa digunakan untuk berbagai kebutuhan nasional, seperti untuk lahan pertanian.

"Masih banyak lahan-lahan yang dikategorikan terlantar, bisa digunakan," pungkasnya.

(nia/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads