2 Perusahaan 'Raksasa' Kedelai Impor Bungkam

2 Perusahaan 'Raksasa' Kedelai Impor Bungkam

Wiji Nurhayat - detikFinance
Selasa, 31 Jul 2012 15:19 WIB
2 Perusahaan Raksasa Kedelai Impor Bungkam
Jakarta - Dua importir kedelai di Indonesia yaitu PT Gerbang Cahaya Utama dan PT Cargill Indonesia masih belum bisa dikonfirmasi terkait dominasi impor kedelai. Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) sempat menyebutkan bahwa mereka adalah 'penguasa' kedelai impor di Indonesia.

"Humas kami dan senior corporate sedang ada diluar Jakarta, kami belum bisa konfirmasi," ungkap salah satu pegawai PT Cargill kepada detikFinance di gedung Wisma BNI, Selasa (31/7/2012)

Penelusuran detikFinance ke kantor pusat Cargill Indonesia di Sudirman, Jakarta Pusat berlanjut ke kantor PT Gerbang Cahaya Utama (GCU). Lagi-lagi pihak manajemen atau perwakilan perusahaan tak ada yang bisa dikonfirmasi. Seorang pegawai GCU hanya berkata jika semua pengurus dan staf beserta humas GCU sedang berada di luar dan tidak ada ditempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Humas tidak ada ditempat, kami tidak bisa memberikan kepastian," ungkap salah seorang staf PT GCU.

Kantor PT GCU telah berpindah dari Jl. Tomang Raya yang sekarang dihuni oleh perusahaan kontraktor PT Alam Bersemi Sentosa. Saat ini PT GCU berkantor di Sampoerna Strategic Square di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat.

"Mereka (PT GCU) pindah sudah hampir 5 tahun, tetapi terkadang mereka datang ke sini (Tomang Raya) untuk melakukan transaksi di Bank," ujar seorang tenaga keamanan gedung Lumbini di Tomang yang pernah jadi kantor PT GCU.

Ketua Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Tajuddin Noer Said pernah mengatakan ada 2 perusahaan penguasa kedelai impor yaitu PT Gerbang Cahaya Utama (GCU) dan PT Cargill Indonesia.

GCU menguasasi pasar impor kedelai dalam negeri mencapai 47% dan Cargill mencapai 28%. Sementara pengusaha impor kedelai lainnya berdasarkan data 2008 antaralain PT Citra Bakhti Mulia mengusai pasar kedelai impor sebesar 4% dan PT Alam Agriasi Perkasa sebesar 10%.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads