Tutup Defisit, Pemerintah Mungkin Memajukan Penjualan Aset PPA
Kamis, 26 Agu 2004 15:57 WIB
Jakarta -
Pemerintah kemungkinan memajukan program-program penjualan aset PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) yang semula direncanakan tahun 2005 ke tahun 2004 dalam rangka memenuhi target penjualan aset dalam APBN-P 2004 guna menutup defisit. Dalam APBN-P 2004 target penjualan menjadi Rp 12,913 triliun dari target semula Rp 5 triliun."Target PT PPA bukan dinaikkan tapi dilaksanakan tahun 2004," kata Kepala Badan Analisa Fiskal (BAF) Depkeu Anggito Abimanyu, disela Raker dengan Panitia Anggaran DPR RI, di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (26/8/2004).Dijelaskan tahun 2004 sudah ada program divestasi BNI dan Bank Mandiri. Hal ini akan diupayakan untuk bisa dilaksanakan mengingat divestasinya hanya secondary offering sehingga tidak terlalu berat dilaksanakan."Kita upayakan dari beberapa tempat untuk menutup target penjualan aset misalnya kita kan sudah dapat izin melakukan divestasi lanjutan bank rekap lain dan masih punya aset-aset yang dulu ditargetkan tahun 2005. Kalau divestasi BNI dan Bank Mandiri mundur yang tahun 2005 diajukan, artinya diputar," katanya.Diyakini penjualan aset dari PT PPA tetap bisa dilaksanakan dalam periode enam bulan terakhir tahun 2004 ini. "Bisa saja karena pemerintah masih ada enam bulan. Yang lama kan pembahasan untuk memperoleh izin DPR," kata Anggito.Angito menjelaskan dengan divestasi BUMN itu diantaranya BNI dan Bank Mandiri disamping menghasilkan penerimaan juga memperbaiki kinerja bank. "Karena kalau pemiliknya ditambah maka pihak lain ikut mengawasi melalui pasar modal disamping pemerintah juga memperoleh dari penjualan sahamnya," terang Anggito.Diyakini penjualan aset ataupun divestasi pada tahun ini tidak akan sulit dilakukan apalagi setelah pemilu presiden. "Yang penting kita sudah mendapat persetujuan dari DPR," katanya.
(san/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































