Direktur Utama Bulog Sutarto Alimoeso menyatakan terdapat sekitar 5 komoditas strategis yang sering mengalami gejolak harga. Kelima komoditas yang masuk ke dalam bahan pangan itu seperti beras, gula, kedelai, minyak goreng, dan daging sapi.
"Kita mengamati perkembangan komoditas-komoditas strategis apa yang perlu jadi perhatian pemerintah, kita punya pandangan, kalau yang disebut pangan yang cukup strategis dan bergejolak adalah beras, gula, kedelai, minyak goreng, dan daging sapi," ujar Sutarto kepada detikFinance, Selasa (31/7/2012).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Gudang kita hampir 4 juta ton, beras ini berputar terus, dari produsen lalu disalurkan ada yang ke raskin, jadi ada gudang yang kosong karena ada juga daerah yang tidak produksi beras, jadi tinggal jalan saja," ujarnya.
Menurut Sutarto, untuk daging sapi diperlukan perlakuan khusus karena masih memerlukan beberapa infrastruktur.
"Tapi daging sapi agak beda kebutuhan infrasturnya, dibandingkan komoditas lain. Harus ada rumah potongnya, tidak sesederhana itu, perlu persiapan-persiapan yang lebih matang, tidak bisa hari ini disuruh, langsung jalan," tegasnya.
Sutarto mengaku masih menunggu tim pemerintah yang tengah mengkaji rencana tersebut sejak minggu lalu. Dari hasil tim pengkaji ini maka dapat ditentukan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk memenuhi pasokan kelima komoditas itu, termasuk jika Bulog yang diberi tugas untuk memenuhi pasokan tersebut.
"Kita akan baca kebutuhan dan penyediaan, apakah dari dalam negeri atau impor, berapa impor yang sudah dilaksanakan, tapi kalau impor itu karena kurang dan itu dicari yang paling menguntungkan bagi rakyat," tandasnya.
(/)











































