Buka Peluang Pasar Skandinavia
25 Pengusaha RI ke GIT Fair Oslo
Kamis, 26 Agu 2004 16:30 WIB
Den Haag - Sebanyak 25 pengusaha RI mengikuti Gift & Interior Trade Fair (GIT Fair) di Oslo, Norwegia. Misi ini bagian dari kampanye KBRI Oslo untuk membuka pasar nonmigas ke Skandinavia.GIT Fair, yang dimulai hari ini 26/8 sampai 29/8/2004 mendatang, itu merupakan pameran perdagangan eksklusif terbesar dan menjadi pasar utama bagi buyers Norwegia, antara lain untuk produk furniture dan dekorasi rumahtangga, handicrafts, cinderamata, kertas, tekstil, dan asesori.Kepala Bidang Penerangan dan Sosbud KBRI Oslo, Aris Triyono, dalam rilisnya yang diterima detikcom, mengatakan bahwa keikutsertaan misi dagang Indonesia tersebut merupakan pertama kali sepanjang sejarah GIT Fair, yang tahun ini memasuki edisi ke-44.Misi tersebut, kata Aris, merupakan bagian dari upaya KBRI Oslo untuk mencari peluang pasar ekspor nonmigas Indonesia, khususnya produk-produk cinderamata, interior design dan furniture. "Pasar yang dituju bukan saja Norwegia tetapi juga kawasan Skandinavia (Finlandia, Norwegia, Denmark dan Swedia), dengan total penduduk 24 juta jiwa," demikian Aris.Aris menambahkan, keikutsertaan Indonesia pada GIT Fair 2004 akan didukung dengan tampilan budaya berupa berbagai macam tari-tarian nusantara oleh Grup Tari Citra Nusantara. Grup tari ini akan tampil hampir sepanjang hari pameran untuk menarik pengunjung ke Paviliun Indonesia.Misi dagang ke GIT Fair, menurut Aris, sekaligus mengawali agenda tahunan KBRI Oslo: Forum on Indonesia, yang akan disambung dengan sebuah seminar sehari dengan tema The Indonesian Economy: New Prospects and Potentials.Peta PersainganMengenai peta persaingan, Aris menjelaskan bahwa pesaing-pesaing yang dihadapi Indonesia untuk produk kayu di Norwegia utamanya datang dari negara-negara dari kawasan Uni Eropa seperti Swedia, Finland, Denmark, Jerman, dan Belgia. Negara-negara itu sejak 6 tahun terakhir (1998-2003) masih merupakan negara asal impor utama Norwegia untuk kelompok komoditi wood & cork manufactures (diluar furniture)."Negara pemasok yang relatif baru ke pasar Norwegia dan sejak 5 tahun terakhir nilai ekspornya terus menerus mengalami peningkatan adalah Estonia, Latvia, Lithuania (Eropa Timur)," kata dia. Sekedar tahu, tiga negara Eropa Timur itu sejak 1 Mei 2004 telah resmi menjadi anggota Uni Eropa. Negara-negara ini memiliki tingkat harga yang cukup kompetitif dan mampu bersaing dengan negara Uni Eropa lainnya. Bagi Indonesia negara-negara ini bisa diindikasikan sebagai pesaing baru dari kawasan Uni Eropa untuk memperebutkan pasar Norwegia dan Skandinavia. Meskipun persaingan terlihat ketat, Norwegia dengan pendapatan per kapita rata-rata 48.000 dolar AS, tetap menyiratkan potensi besar dalam hal konsumsi dan kebutuhan akan produk kerajinan, perabotan rumah tangga dan desain interior. Apalagi negara ini memiliki empat musim yang selalu mengikuti kecenderungan perubahan, baik desain maupun kualitas produknya.
(es/)











































