Harga Ayam Naik, Inflasi Juli 2012 Tembus 0,7%

Harga Ayam Naik, Inflasi Juli 2012 Tembus 0,7%

Ramdhania El Hida - detikFinance
Rabu, 01 Agu 2012 11:37 WIB
Harga Ayam Naik, Inflasi Juli 2012 Tembus 0,7%
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan tingkat inflasi Juli 2012 mencapai 0,7%, angka ini lebih tinggi dari inflasi Juni lalu sebesar 0,62%.

Secara tahunan alias year on year inflasi Juli mencapai 4,56%, sementara inflasi tahun berjalan alias year to date (Januari-Juli 2012) mencapai 2,5%.

"Dari 66 kota di Indonesia, seluruhnya mengalami inflasi. Tertinggi di Pangkal Pinang 3,17% lalu Palu 1,86%. Sementara inflasi terendah di Sibolga 0,11%," kata Kepala BPS, Suryamin dalam konferensi pers di kantornya, Jalan DR Sutomo, Jakarta, Rabu (1/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pendorong inflasi Juli 2012 adalah daging ayam ras, yang menyumbang inflasi 18,57%. "Yang mendorong inflasi 0,7% daging ayam ras. Sumbangan ke inflasi 18,57% dengan 8,62% kenaikan harganya," terangnya.

Kenaikan harga daging ayam ras ini terjadi di 62 kota. Pangkal Pinang mencapai 32% sendir kenaikannya. "Kenaikan ini akibat permintaan yang cukup tinggi untuk buka puasa," terangnya.

Selain itu, pendorong inflasi Juli adalah beras, angkutan udara, gula pasir, daging sapi, ikan segar, tahu mentah, tempe, bawang putih.

"Sementara penghambat inflasi atau deflasi yakni bawang merah yang terjadi penurunan di 61 kota. Bima sendiri sampai 48%, kemudian Kediri 36% penurunannya," tuturnya.

"Selain itu bensin pertamax juga menghambat inflasi terutama turunnya harga pertamax di 54 kota di Jakarta," tutup Suryamin.

(dru/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads