KPPU Bakal Panggil '4 Naga' Penguasa Kedelai Impor

KPPU Bakal Panggil '4 Naga' Penguasa Kedelai Impor

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 01 Agu 2012 13:58 WIB
KPPU Bakal Panggil 4 Naga Penguasa Kedelai Impor
Jakarta - Naiknya harga kedelai impor yang mencapai 75-100% membuat Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) turun tangan untuk mencari penyebab kenaikan harga yang tak wajar. Bahkan dalam 1-2 seminggu lagi, KPPU akan memanggil '4 Naga' atau 4 perusahaan besar pengusaha impor kedelai ke dalam negeri.

Kepala Humas KPPU A. Junaidi mengatakan, dalam waktu dekat sekitar 1-2 minggu ke depan KPPU akan memanggil para pihak baik dari kalangan pengusaha maupun instansi pemerintah yang terkait gejolak harga kedelai.

"Termasuk juga para perusahaan besar yang disebut 4 naga tersebut, kami juga akan panggil," ucap Junaidi kepada detikFinance, Rabu (1/8/2012).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Junaidi, tidak hanya 4 naga, tetapi KPPU juga akan memanggil instansi pemerintah terkait distribusi kedelai selama ini. "Instansi pemerintah juga akan kita panggil," katanya.

Tujuan pemanggilan ini, kata Juanaidi untuk mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya terkait kenaikan harga kedelai ini.

"Tujuan pemanggilan ini untuk mendapatkan informasi sedetil mungkin terhadap kenaikan harga kedelai akhir-akhir ini yang terbilang tidak wajar, apakah benar karena kekeringan di Amerika atau ada permainan dari beberapa pihak untuk melakukan upaya kartel," ujarnya.

Selain pemanggilan berbagai pihak tersebut, KPPU secara internal juga terus menggali informasi untuk mengusut kejadian ini (kenaikan harga kedelai).

"Pasalnya kejadian ini hampir sama terjadi pada 2008, dimana saat itu ada dua perusahaan besar yang menguasai pasokan kedelai impor ke dalam negeri, namun kurangnya bukti untuk memvonis kedua perusahaan tersebut telah melakukan upaya kartel," tandasnya.

Sebelumnya, KPPU pernah menyatakan, 2 perusahaan penguasa impor kedelai adalah PT Gerbang Cahaya Utama (GCU) dan PT Cargill Indonesia. Sementara perusahaan pengimpor kedelai lainnya adalah PT Citra Bakhti Mulia sebesar 4% dan PT Alam Agriasi Perkasa sebesar 10%.

(rrd/dnl)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads