Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama KAI Ignasius Jonan kepada detikFinance, Kamis (2/8/2012).
"Jumlah lokomotif dan jumlah kereta penumpang ditambah sekitar 20-25% lebih banyak dari liburan akhir pekan yang biasa atau sekitar 5-10% lebih banyak dari tahun lalu," jelas Jonan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengujian narkoba kepada awak KA juga dilakukan, jika ada yg terbukti mengkonsumsi norkoba akan diproses hukum dan tidak boleh menjadi awak KA," tegas Jonan.
Dikatakan Jonan, KAI menjual tiket 90 hari sebelum keberangkatan, sehingga calon pengguna bisa merencanakan perjalanannya jauh hari sebelumnya dan tidak perlu antre tiket di stasiun sampai menginap.
"Persiapan pengawasan jalan rel dan sinyal ditambah intensitasnya serta pengecekan sarana gerak yang terus menerus," ucap Jonan.
Pihak KAI mengimbau masyarakat agar segera membeli tiket. "Karena kalau pada hari keberangkatan, kemungkinan besar tiket sudah terjual habis sebelumnya," imbuh Jonan.
Jonan mengatakan, pihaknya juga memberlakukan sistem boarding, sehingga pelayanan dan keselamatan penumpang lebih baik. "Yang masuk peron hanya diizinkan bagi penumpang 1 jam sebelum keberangkatan," katanya.
Bagaimana dengan penumppang yang membutuhkan pertolongan? Jonan mengatakan pihaknya menyediakan petugas untuk membantu, sehingga pengantar dapat sampai pintu peron saja.
"Kami memberlakukan 1 tiket untuk 1 tempat duduk bagi KA jarak jauh sehingga kenyamanan dan keamanan penumpang jauh lebih baik," cetus Jonan.
(dnl/ang)










































