5. Mark Zuckerberg
|
|
Dua bulan berlalu, kekayaan Zuckerberg sudah 'lenyap' lebih dari US$ 9 miliar (Rp 81 triliun). Kini nilainya berkisar di US$ 10,8 miliar (Rp 97,2 triliun). Rankingnya sebagai orang terkaya dunia menurut Forbes jatuh hingga di bawah peringkat ke-72. Zuckerberg juga keluar dari daftar 40 orang terkaya versi Bloomberg.
Apakah Zuckerberg peduli? Mungkin dia bilang, tidak. Dia mencoba mengubah dunia, bukan untuk mencari kekayaan. Tapi di Silicon Valley, uang menjadi ukuran segala-galanya.
4. Dustin Moskovitz
|
|
3. Eric Lefkofsky
|
|
Tetap saja, kekayaan 'kertas' Lefkofsky di Groupon sudah berkurang lebih dari 75%. Sahamnya dulu bernilai lebih dari US$ 4 miliar (Rp 36 triliun) semasa IPO. Lefkofsky masih termasuk seorang miliuner dengan holding di web-web lainnya. Namun kekayaannya di Groupon sudah menciut dan baru-baru ini Lefkofsky mengumumkan dia akan mencurahkan waktu dan tenaganya di perusahaannya yang lain.
2. Andrew Mason
|
|
Sayang, statusnya itu hanya bertahan 18 hari. Di akhir November 2011, harga saham Groupon mulai melorot hingga saat ini diperdagangkan kurang dari ΒΌ nilai IPO. Nilai bersih Mason saat ini: sekitar US$ 300 juta (Rp 2,7 triliun).
1. Mark Pincus
|
|
Seperti yang diketahui investor Zynga, Pincus keburu menarik uangnya sebelum saham perusahaannya terpuruk ke titik terendah. Pada Maret lalu, beberapa eksekutif perusahaan dan investor menjual sahamnya pada penawaran spesial. Pincus sendiri menjual saham sekitar US$ 200 juta (Rp 1,8 triliun). Sepertinya, Pincus tidak akan menginvestasikan uangnya di saham media sosial lagi.
Halaman 2 dari 6











































