PPD: Kami Terkendala Armada & Terhimpit Busway

PPD: Kami Terkendala Armada & Terhimpit Busway

- detikFinance
Kamis, 02 Agu 2012 14:21 WIB
PPD: Kami Terkendala Armada & Terhimpit Busway
Jakarta - Perum Pengangkutan Penumpang Djakarta (PPD) saat ini masih bertahan di tengah persaingan transportasi darat di Jakarta seperti adanya TransJakarta (Busway). Namun mereka menegaskan tetap bisa mandiri dengan keterbatasan armada, tanpa bantuan pemerintah.

Kepala Humas Perum PPD Joko Sawarno mengatakan bahwa Perum PPD masih aktif melayani masyarakat sampai saat ini. PPD masih memiliki banyak trayek, armada dan infrastruktur yang menjadi aset berharga. Hal ini sebagai respons wacana Menteri BUMN Dahlan Iskan yang meminta PPD diakuisisi oleh DAMRI atau PT KAI.

"Kita (Perum PPD) mempunyai 36 trayek dan yang terlayani hanya 16 trayek terkendala armada dan terhimpit dengan adanya Busway," katanya kepada detikFinance di kantor PPD di DI Pandjaitan, Jakarta Timur, Kamis (02/08/12).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saat ini PPD mempunyai 360-400 armada bus yang biasa melayani 36 trayek. Saat ini hanya terdapat 250 bus yang bisa berjalan dan hanya melayani 16 trayek. Sisanya sekitar 100-150 masih dalam tahap perbaikan karena rusak.

"Sisanya (sekitar 100-150 bus) masih dalam tahap perbaikan karena tidak bisa berjalan, Kita non PSO subsidi pemerintah, jadi kondisi kita seperti ini, tetapi PPD masih bisa berdiri sendiri, laporan keuangan PPD juga stabil, tidak ada masalah dan PPD baik-baik saja," tutupnya.

Ia menuturkan Depo yang masih dimiliki oleh PPD yaitu berlokasi di 12 lokasi, antaralain Depo Ciputat seluas 67.875 meter persegi dengan daya tampung bus 400 bus, Depo Pulo Gadung 7.344 m2 (80 bus), Depo Klender 17.860 meter (120 bus).

Depo Jelambar 12.335 meter (90 bus), Depo Cakung 12.000 meter (80 bus), Depo Depok 7.135 meter (60 bus), Depo Tangerang 3.371 (40 bus) dan Depo Cawang 8.251 meter. Khusus untuk Depo Cawang saat ini statusnya disewakan pada PT Bianglala Metropolitan, Induk dari operasional Bus Transjakarta.

"Depo cawang, itu tanah Pemda, Pemda punya busway, jadi kita sewakan pada PT bersangkutan selain itu ditujukan untuk kerjasama dan pengembangan usaha antara kami," katanya.

(hen/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads