Warga Tangerang, Banten yang tinggal di sekitar Bandara-Soekarno (Soetta) sisi barat belum siap jika tempat tinggalnya digusur untuk dijadikan runway ke-3. Rata-rata mereka berat harus meninggalkan kampung halamannya.
Seorang warga Kelurahan Benda bernama Murjali mengatakan, ia sudah mendengar kabar tentang pembangunan runway ke-3 Soekarno-Hatta. Ia masih kebingungan kemana harus mencari tempat tinggal lagi.
"Iya sudah denger itu kabarnya, kita asli orang sini sudah pernah digusur dulu, terus kita geser ke sebelah sini. Sekarang katanya ada kabar mau digusur lagi," ungkap Murjali kepada detikFinance, Kamis (2/8/12).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau udah gitu ya mau gimana lagi. Nggak bakal protes protes, asal harga nya pas ya kita kasih saja," ungkapnya.
Di tempat yang sama, seorang warga bernama Toto mengatakan hal yang sama, ia mengaku sangat berat jika harus meninggalkan kampung halaman yang sudah ditempati semenjak lahir.
"Kalau kita pindah ke tempat lain itu, ibaratnya kita harus adaptasi lagi, bergaul lagi sama suasana baru sanak famili yang disini gimana nanti," katanya.
Seperti diketahui PT Angsapura II selaku pengelola Bandara Soekarno-Hatta akan memperluas bandara terbesar di Indonesia dengan membuat runway baru dari 2 runway yang sudah ada saat ini. Ada 2 opsi, pertama akan mengancam 2.000 rumah penduduk akan tergusur, opsi kedua akan ada 9.500 rumah penduduk yang tergusur.
Berdasarkan penelusuran detikFinance, ada beberapa kelurahan yang terancam akan tergusur dari proyek ini, antaralain Selapajang, Rawarengas, Rawaburung dan Benda.
(zlf/hen)











































