"Kita berharap ada peluang dari pemerintah untuk memberi kesempatan kepada BUMN dalam hal ini RNI dan Bulog untuk menangani impor kedelai agar kedepan tidak terjadi kembali kartelisasi kedelai di dalam negeri," ungkap Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro kepada detikFinance, Jumat (3/8/2012).
Ismed yang memegang Holding RNI membawahi PT Mitra Rajawali Banjaran produsen kondom menjelaskan, pengalaman RNI sebagai importir gula membuat Ismed yakin RNI sanggup melakukan impor kedelai hingga 500.000 ton dalam 1 tahun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Disamping mengimpor kedelai, ia menjelaskan dari hasil keuntungan impor gula akan digunakan untuk mengembangkan kedelai di dalam negeri. "Hasil keuntungan dari impor itu, kita akan gunakan untuk pengembangan kedelai dalam negeri," katanya.
Ismed menjelaskan jika dalam waktu dekat, RNI akan mengajukan permohonan ke Kementerian Perdagangan sebagai importir kedelai. "Kita akan mengajukan ke kementerian Perdagangan khususnya Dirjen Perdangan Luar Negeri untuk daftar sebagai importir kedelai," tutup Ismed.
(hen/hen)











































