BUMN Kondom Tertarik Impor Kedelai

BUMN Kondom Tertarik Impor Kedelai

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Jumat, 03 Agu 2012 15:42 WIB
BUMN Kondom Tertarik Impor Kedelai
Jakarta - Kenaikan harga kedelai di dalam negeri mendorong agar ada pemain baru di bisnis impor kedelai. BUMN seperti PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) berminat menjadi importir kedelai bersama Perum Bulog.

"Kita berharap ada peluang dari pemerintah untuk memberi kesempatan kepada BUMN dalam hal ini RNI dan Bulog untuk menangani impor kedelai agar kedepan tidak terjadi kembali kartelisasi kedelai di dalam negeri," ungkap Dirut PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) Ismed Hasan Putro kepada detikFinance, Jumat (3/8/2012).

Ismed yang memegang Holding RNI membawahi PT Mitra Rajawali Banjaran produsen kondom menjelaskan, pengalaman RNI sebagai importir gula membuat Ismed yakin RNI sanggup melakukan impor kedelai hingga 500.000 ton dalam 1 tahun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebetulnya kami siap kalau impor kedelai 300.000 sampai 500.000 ton/tahun. Kami ingin dapat kesempatan impor dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional khususnya kedelai," sanggahnya.

Disamping mengimpor kedelai, ia menjelaskan dari hasil keuntungan impor gula akan digunakan untuk mengembangkan kedelai di dalam negeri. "Hasil keuntungan dari impor itu, kita akan gunakan untuk pengembangan kedelai dalam negeri," katanya.

Ismed menjelaskan jika dalam waktu dekat, RNI akan mengajukan permohonan ke Kementerian Perdagangan sebagai importir kedelai. "Kita akan mengajukan ke kementerian Perdagangan khususnya Dirjen Perdangan Luar Negeri untuk daftar sebagai importir kedelai," tutup Ismed.

(hen/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads