Anggaran Pendidikan Bela Negara Dikucurkan Bertahap

Anggaran Pendidikan Bela Negara Dikucurkan Bertahap

Ramdhania El Hida - detikFinance
Jumat, 03 Agu 2012 20:45 WIB
Anggaran Pendidikan Bela Negara Dikucurkan Bertahap
Jakarta - Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyatakan kebutuhan anggaran untuk Pendidikan Bela Negara akan dikucurkan secara bertahap menunggu keputusan dari DPR.

"Jadi ini dilakukan secara bertahap tergantung anggaran yang disetujui. Perlu kami informasikan bahwa proses pengajuan anggaran kegiatan ini harus diusulkan dan dibahas dengan DPR," Kepala Seksi Hubungan Eksternal Ditjen Pajak Chandra Budi kepada detikFinance, Jumat (3/8/2012).

Dengan demikian, Candra menambahkan pelatihan sebanyak 15.000 pegawai pajak ini belum bisa dilakukan pada tahun ini seluruhnya. "Iya, kalau tidak ada anggarannya maka dilanjutkan tahun depan," pungkasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada awalnya, Dirjen Pajak Fuad Rahmany mengungkapkan setiap orang pegawai dianggarkan sekitar Rp 9 juta untuk mengikuti program bela negara tersebut. Anggaran ini diambil dari dana yang sudah dialokasikan dari APBN untuk Ditjen Pajak.

"Jadi mencapai 15 ribu orang yang ikut latihan bela negara itu, jadi setahun kalau bisa sudah ya. Jadi kita buru-buru supaya bisa cinta bangsanya meningkat, ada teamwork juga," ujar Fuad beberapa waktu lalu.

Untuk tahap awal, Ditjen Pajak baru melatih sekitar 200 pegawainya dalam program tersebut sesaat sebelum puasa. Fuad menyatakan, rencananya setiap badge akan terdiri dari 2000 pegawai pajak yang diikutkan dalam program bela negara ini.

Program ini, lanjut Fuad memerlukan waktu 3 minggu untuk pelatihan yang ditangani Paspampres. Dia menambahkan program ini dikhususkan bagi pegawai pajak yang bekerja di lini depan (frontliner) seperti pemeriksa, juru sita, Account Representative (AR), dan penagih.

"Tidak seluruh pegawai sih, terutama yang frontliner. Ada AR (Account Representative) 7.300, pemeriksa 4.000-an, penagih juru sita," pungkasnya.

Direktorat Jenderal Pajak merencanakan untuk melaksanakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bela Negara bagi sekitar 15.000 pegawainya, yang terdiri dari Account Representative (AR), Pemeriksa Pajak, Juru Sita dan Pelaksana lainnya.

Sasaran akhir yang ingin dicapai dari penyelenggaraan diklat ini adalah terbentuknya mental yang kuat, adanya sinergi yang kokoh, terpeliharanya disiplin dan komitmen yang tinggi, serta terbentuknya sumber daya manusia Direktorat Jenderal Pajak yang memiliki militansi tinggi.

Tahap pertama dari Diklat ini telah diselenggarakan pada tanggal 21 Juni sampai dengan 13 Juli 2012 (tiga minggu) dengan peserta sebanyak 250 pegawai.

Anggaran yang dikeluarkan berkisar Rp 8-9 jutaan per-peserta yang ditanggung oleh Satuan Kerja (Satker) tempat pegawai tersebut bekerja.

Dalam keterangan tertulisnya, Ditjen Pajak menjelaskan bahwa alokasi anggaran kegiatan sebesar Rp 135 miliar seperti yang diberitakan tersebut tidak pernah disebutkan atau dinyatakan oleh pimpinan Direktorat Jenderal Pajak.Β 

(nia/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads